Perkuat Optimisme dan Persatuan, Narasi “Indonesia Gelap” Tidak Relevan

Jumat, 25 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSINARPAGI.COM, Jakarta | Narasi pesimisme yang menyebut Indonesia sedang menuju masa gelap dinilai tidak sesuai dengan realitas yang tengah berlangsung. Di tengah berbagai tantangan, bangsa ini justru menunjukkan ketahanan dan daya adaptasi luar biasa, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi global dan perubahan geopolitik. Hal tersebut disampaikan dalam talkshow di stasiun TV nasional, dengan menghadirkan Dr. KH. Marsudi Syuhud, MM, Wakil Ketua Umum MUI, dan Dr. Aditya Perdana, Pakar Komunikasi Politik Universitas Indonesia.

Dr. KH. Marsudi Syuhud, MM, menilai bahwa narasi negatif kerap muncul karena ketidaksesuaian antara harapan masyarakat dan kondisi nyata. “Ketika ekspektasi tidak sejalan dengan kenyataan, terutama di tengah dinamika global, muncul suara-suara pesimis. Namun ini harus disikapi secara bijak,” ujar Marsudi.

Baca juga:  Pemerintah Bahas Rencana Penyesuaian Luas Gedung Kantor Pemprov Papua Tengah

Ia menambahkan bahwa pendekatan optimistis yang dikedepankan Presiden Prabowo Subianto sejalan dengan nilai-nilai agama yang menekankan pentingnya membangun dengan semangat dan solidaritas. Pendekatan tersebut terlihat dalam kebijakan strategis pembangunan nasional yang telah disiapkan. Presiden Prabowo, menurut Marsudi, tidak membiarkan narasi ketakutan berkembang tanpa arah.

“Narasi negatif hanya akan memperlambat langkah. Indonesia perlu bangkit dengan semangat kebersamaan,” tegasnya.

Menanggapi hal serupa, Dr. Aditya Perdana, Pakar Komunikasi Politik Universitas Indonesia, menilai bahwa modal politik yang dimiliki Presiden Prabowo memberi peluang besar bagi kemajuan Indonesia.

“Presiden Prabowo berhasil merangkul berbagai kekuatan politik. Ini menjadi pijakan penting bagi stabilitas dan akselerasi pembangunan,” ungkap Aditya.

Aditya juga menekankan bahwa keterbukaan pemerintah terhadap kritik merupakan cermin dari komitmen terhadap demokrasi deliberatif. Semangat ini, menurutnya, harus diperkuat dengan menjaga harmonisasi nasional.

Baca juga:  Mobil Listrik Jadi Andalan Transportasi di ISF 2024, Dorong Adopsi Kendaraan Ramah Lingkungan

“Keguyuban seluruh elemen bangsa adalah pondasi utama menghadapi tantangan ke depan,” tambahnya.

Solidaritas yang pernah terbangun saat pandemi harus terus dijaga. Peran aktif tokoh masyarakat dan agama dalam menyebarkan optimisme sangat krusial untuk menjaga semangat kolektif bangsa. Narasi tentang kegelapan masa depan tidak hanya tidak relevan, tapi juga mengabaikan fakta kemajuan yang telah dicapai dan sedang diupayakan. [^]

Berita Terkait

Partai Gerindra PAC Kelapa Dua Ikut Meramaikan Acara May Day di Monas Jakarta
Ciderai Demokrasi, Tokoh Lintas Profesi Kecam Ajakan Saiful Mujani Gulingkan Pemerintah Sah
Jasa Raharja Kawal One Way Nasional 2026, Sinergi Lintas Sektor Demi Mudik Aman dan Lancar
Pengembangan Energi di Papua untuk Ketahanan Nasional, Film “Pesta Babi” Sarat Provokasi
Hilirisasi Sawit dan Bauksit Tingkatkan Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia
Presiden Prabowo Perkuat Pembangunan SDM Lewat Sekolah Rakyat Terintegrasi
Pemerintah Kolaborasi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Bangun 2.600 Hunian Tetap Pascabencana di Sumatera
Haru TNI Awak Heli Pengantar Logistik saat Diberi Sepikul Durian dari Warga Terisolasi Gayo Lues
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:29

Partai Gerindra PAC Kelapa Dua Ikut Meramaikan Acara May Day di Monas Jakarta

Rabu, 8 April 2026 - 11:46

Ciderai Demokrasi, Tokoh Lintas Profesi Kecam Ajakan Saiful Mujani Gulingkan Pemerintah Sah

Kamis, 19 Maret 2026 - 17:18

Jasa Raharja Kawal One Way Nasional 2026, Sinergi Lintas Sektor Demi Mudik Aman dan Lancar

Minggu, 8 Maret 2026 - 11:24

Pengembangan Energi di Papua untuk Ketahanan Nasional, Film “Pesta Babi” Sarat Provokasi

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:15

Hilirisasi Sawit dan Bauksit Tingkatkan Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia

Berita Terbaru