HARIANSINARPAGI.COM | Tangerang, – Kabid Humas Polda Banten, Kombes Didik Haryanto, memberikan klarifikasi terkait video viral di media sosial yang menunjukkan mobil dinas Polda Banten mengisi bahan bakar di SPBU Ciceri yang telah disegel.
Dalam video yang berdurasi 1 menit 30 detik tersebut, terlihat salah satu mobil dinas milik SPN Polda Banten tengah mengisi bahan bakar minyak jenis pertamina dex di SPBU Ciceri.
Namun, Didik menjelaskan bahwa mobil dinas tersebut memang mengisi bahan bakar di SPBU Ciceri, tetapi bukan jenis pertamax yang disegel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terkait pengisian mobil dinas benar milik SPN Polda Banten, dimana Polda Banten bekerja sama dengan SPBU tersebut untuk pengisian kendaraan dinas,” ungkap Didik. Selasa. (08/04/2025).
Didik menambahkan bahwa mobil dinas yang melakukan pengisian adalah mobil yang menggunakan bahan bakar minyak berjenis pertamina dex, yang tidak bermasalah. “Dan untuk jenis tersebut tidak bermasalah,” tegasnya.
Sementara itu, Didik menjelaskan bahwa SPBU Ciceri tidak melakukan pemutusan akses layanan, melainkan hanya penyegelan sementara terhadap nozzle pertamax yang diduga dioplos atau palsu.
“Tidak ada pemutusan akses layanan, salah satu yang di segel adalah nozzle pengisian BBM pertamax dan saat ini masih dalam tahap diuji coba di laboratorium Pertamina Jakarta,” jelasnya.
Didik juga menambahkan bahwa hasil pengujian belum keluar karena adanya hari libur, dan jika sudah keluar, penyidik akan menyampaikan informasinya. “Dikarenakan adanya hari libur hasil belum keluar dan jika sudah keluar penyidik akan menyampaikan informasinya,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Didik juga mengimbau kepada masyarakat khususnya warga Banten agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. “Kita harus mengedukasi diri sendiri dan orang lain untuk berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi,” tegasnya.
Didik menambahkan bahwa salah satu langkah penting adalah melakukan konfirmasi kebenaran sebelum membagikan sebuah informasi.
“Salah satu langkah penting adalah melakukan konfirmasi kebenaran sebelum membagikan sebuah informasi,” ungkapnya.
Dengan demikian, Polda Banten berharap masyarakat dapat memahami situasi yang sebenarnya dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat.
“Kami berharap masyarakat dapat memahami situasi yang sebenarnya dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat,” pungkas Didik.
Penulis : Oling / Red
Editor : Redaktur
Sumber Berita : Bidhumas Polda Banten






