HARIANSINARPAGI.COM | Tangerang – Menyusul viralnya aduan masyarakat di media sosial terkait dugaan pemberian makanan busuk kepada penerima manfaat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang bersama Kepala Puskesmas Curug serta jajaran staf Desa Curug Wetan melakukan kunjungan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Curug Wetan. Namun hingga Rabu (24/12/2025), Dinkes Kabupaten Tangerang belum memberikan keterangan resmi kepada publik.
Di lokasi, salah satu perwakilan SPPG Curug Wetan berinisial A menyampaikan penjelasan yang dinilai terkesan nyeleneh dan belum menjawab secara tegas substansi persoalan. Ia mengaku hanya sebagai staf dan perwakilan sementara, serta menyatakan akan menyampaikan permasalahan tersebut kepada pimpinan.
Menurut A, terkait temuan telur busuk, pisang yang menghitam, serta roti berjamur, seluruhnya telah diperiksa oleh pihak Dinkes dan orang kepolisian dari Polsek setempat. Ia menyebutkan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap pendalaman.
“Awalnya kita bicara soal telur busuk, pisang kematangan, dan roti yang berjamur. Semua sudah diperiksa Dinkes dan orang Polsek. Untuk masalah ini masih didalami,” ujarnya.
A juga mengungkapkan dugaan awal penyebab persoalan tersebut berasal dari insiden di dapur saat proses memasak. Ia mengklaim sempat terjadi kepanikan akibat api kompor yang menyambar cukup besar, sehingga aktivitas memasak terganggu.
“Relawan sempat panik karena api kompor nyamber besar seperti kebakaran. Posisi telur saat itu masih dimasak, setengah matang atau belum sempurna, lalu terbengkalai dan tercampur,” jelasnya.
Lebih lanjut, A menambahkan bahwa kemungkinan saat proses pengemasan, telur yang masih dalam kondisi panas atau hangat digabungkan dengan pisang dan langsung disalurkan. Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan pisang cepat menghitam.
“Telur yang masih anget digabung dengan pisang, otomatis pisang langsung menghitam. Pisang memang gampang hitam seperti itu. Ini baru dugaan awal,” katanya.
Selain itu, A juga menyinggung bahwa anggaran kegiatan SPPG hingga saat ini belum dicairkan oleh negara. Ia menegaskan bahwa persoalan dugaan makanan busuk tersebut masih dalam proses pemeriksaan oleh Dinkes dan kepolisian.
Pernyataan tersebut justru memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, kondisi makanan yang dilaporkan, di duga tidak layak konsumsi dinilai berpotensi membahayakan kesehatan penerima manfaat. Publik kini menantikan sikap tegas serta keterangan resmi dari Dinkes Kabupaten Tangerang terkait hasil pemeriksaan dan langkah lanjutan atas aduan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Red
Editor : Redaktur






