HARIANSINARPAGI.COM | Tangerang, – Proyek peningkatan jalan gang tolay di Kelurahan Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan oleh CV Sata Anugrah Mandiri dengan nilai anggaran sebesar Rp. 99.800.100,- kini menjadi sorotan publik.
Dugaan kuat bahwa pengerjaan proyek ini tidak sesuai spesifikasi dan standar kualitas telah memicu kekhawatiran berbagai pihak, termasuk LSM LipanHam DPD Provinsi Banten.
Dari pengamatan langsung di lapangan, material beton yang digunakan dalam proses pengecoran jalan terlihat terlalu encer. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa kontraktor telah mensiasati volume pekerjaannya dengan memainkan unsur kandungan air pada material beton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Akibatnya, beton tersebut akan mudah mengembang, namun dampak buruknya adalah jalan beton akan mudah menyusut kembali dan mengalami kerusakan lebih cepat.
Seorang pekerja di lokasi proyek menyebutkan bahwa pelaksana proyek peningkatan jalan ini adalah seseorang yang bernama Bagas dan Jalu. “Pelaksananya Bagas, punya bang Jalu,” singkatnya sembari melanjutkan pekerjaannya.
Jepri, Ketua LSM LipanHam DPD Provinsi Banten, mengutarakan bahwa coran yang terlalu encer dengan nilai slump tinggi dan air yang naik ke permukaan dapat mengakibatkan penurunan kekuatan beton seiring waktu pengerasan.
Selain itu, beton encer juga cenderung mudah keropos dan mudah terkena korosi, yang berpotensi mempercepat kerusakan permukaan jalan.
“Ini akibat pengawas yang tidak profesional dan jarang berada di lapangan. Kami berharap kinerja Kecamatan Curug perlu dievaluasi kembali, karena pengawas Curug yang paling terkesan tidak becus kerja di antara yang lain. Mungkin kerjanya tidur kali ya pengawasnya,” ungkap Jepri dalam wawancara dengan wartawan. Kamis. (15/05/2025).
Saat dikonfirmasi mengenai kasus ini, Bagas dan Jalu yang diduga sebagai pelaksana proyek enggan memberikan komentar. Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Kecamatan Curug belum berhasil dikonfirmasi hingga berita ini diterbitkan.
Kasus dugaan pengerjaan proyek yang tidak sesuai spesifikasi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang kualitas pengawasan dan pelaksanaan proyek di Kabupaten
Tangerang. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kecamatan Curug dalam mengawasi proyek-proyek serupa di masa mendatang sangat diperlukan untuk memastikan kualitas pekerjaan yang lebih baik dan menghindari potensi kerugian yang lebih besar.
Penulis : Tim / Red
Editor : Redaktur






