HARIANSINARPAGI.COM, Tangerang, –
Asosiasi Pedagang Kaki Lima Alin-alun, (APKA) resmi terbentuk di Kabupaten Tangerang. Organisasi ini lahir sebagai wadah yang menyatukan para pedagang kaki lima, baik warga pribumi maupun perantau, yang sehari-hari berjualan di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Ketua APKA, MIDI, menjelaskan bahwa kehadiran organisasi ini menjadi simbol persatuan dan kekeluargaan di antara para pedagang.
“APKA menyatukan warga pribumi dan pendatang menjadi satu rumpun yang solid, dengan prinsip sakit sama dirasa, senang selalu bersama. Kami juga selalu patuh pada aturan Pemerintah Daerah dan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujarnya. Kamis.(11/9/2025).
Hal senada disampaikan Edy Darwis, pedagang kuliner asal Empat Lawang, Sumatera Selatan, yang kini berdomisili di Tigaraksa. Ia mengaku bangga bisa tergabung dalam APKA.
“Sebagai perantau, saya merasakan betul manis pahitnya hidup di tanah rantau. Kehadiran APKA menumbuhkan rasa kekeluargaan yang erat, meski berasal dari berbagai daerah di Indonesia,” tuturnya.
Sementara itu, Yadi Putra, pedagang asal Martapura, Ogan Komering Ulu, menekankan pentingnya keikhlasan dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai persoalan usaha.
“Setiap masalah bisa diatasi dengan hati yang tenang dan kepala dingin. Persatuan ini membuat kami semakin kuat menghadapi tantangan,” katanya.
Sekretaris APKA, Haidir, SH, menambahkan bahwa organisasi ini dibangun untuk mempererat persaudaraan serta menjunjung tinggi nilai silaturahmi.
“Filosofi hidup kami jelas, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Pedagang harus disiplin dan menghargai warga sekitar,” ungkap pria asal Betawi yang kini menetap di kawasan PWS Tigaraksa.
Sementara itu, Jimi Suhendra selaku Humas APKA menegaskan bahwa persatuan ini bersifat kekeluargaan.
“Kami saling menghormati, saling peduli dalam suka dan duka, terutama antar pedagang yang berjualan di kawasan alun-alun Pemda Tigaraksa,” ucap pria asal Tanggamus, Lampung.
Sebagai penasehat hukum APKA, Kodri Buktar, SH menegaskan pentingnya pemahaman hukum bagi anggota.
“Para pedagang harus patuh terhadap aturan yang berlaku, agar aktivitas usaha berjalan lancar dan tidak menyalahi hukum,” tegasnya.
Dengan lahirnya APKA, para pedagang kaki lima di Tigaraksa berharap dapat terus membangun usaha yang maju, rukun, dan harmonis, sekaligus menjadi contoh persatuan bagi masyarakat lainnya.
Penulis : Jumroni
Editor : Redaktur






