HARIANSINARPAGI.COM | Kota Tangerang — Di tengah semangat refleksi Hari Sumpah Pemuda ke-97 yang digelar di Taman Kota Bantaran Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Prof. DR. H. Desri Arwen menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya peran pemuda di era disrupsi.
Menurutnya, generasi muda hari ini harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan berbagai perubahan dan gangguan yang muncul di tengah kehidupan modern.
“Sumpah Pemuda di hari yang ke-97 ini harus menjadi momentum bagi para pemuda untuk bersikap positif, proaktif, konstruktif, dan kontributif serta akhirnya menjadi solutif bagi pembangunan bangsa,” ujar Prof. Desri Arwen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan, tantangan pemuda masa kini tidak hanya datang dari persoalan sosial, tetapi juga dari derasnya arus informasi yang kerap memunculkan disinformasi dan potensi perpecahan.
“Sekarang ini zamannya disruptif, banyak gangguan dari sana-sini. Pemuda harus mampu beradaptasi dengan segala bentuk perubahan dan anomali kehidupan, termasuk gangguan dari dalam maupun luar seperti hoaks, adu domba, hingga perpecahan,” lanjutnya.
Rektor UMT menilai, kekuatan pemuda tidak hanya terletak pada energi dan semangatnya, tetapi juga pada kemampuan mereka membaca situasi dan menjaga nilai persatuan di tengah perbedaan.
Kegiatan refleksi Hari Sumpah Pemuda yang diinisiasi oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Tangerang ini mengangkat tema “Merawat Persatuan Mengukir Peradaban.” Acara tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda, termasuk Wakil Wali Kota Tangerang, pimpinan DPRD, Kapolres Metro Tangerang Kota, Danramil 01 Kodim 0506/Tgr, Kejaksaan Negeri Tangerang serta sivitas akademika UMT.
Ketua Pelaksana kegiatan, Ega Lazuardi, menjelaskan bahwa pemilihan Taman Kota Cisadane sebagai lokasi acara merupakan bentuk eksplorasi ruang publik yang bisa menjadi wadah ekspresi dan kolaborasi pemuda.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, mengapresiasi semangat Pemuda Muhammadiyah yang terus menunjukkan kepedulian terhadap pembangunan sosial di Kota Tangerang.
“Pemuda Kota Tangerang memiliki passion yang luar biasa. Tinggal bagaimana mengembangkan kreativitas dan pola pikir mereka disesuaikan dengan kondisi saat ini,” ujarnya.
Momentum refleksi di tepi Cisadane sore itu menjadi simbol kebersamaan lintas generasi. Bagi Rektor UMT, semangat pemuda bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi tentang kesiapan menghadapi masa depan yang penuh dinamika tanpa kehilangan arah persatuan.
“Pemuda adalah penjaga peradaban. Di tengah berbagai gangguan, justru di situlah mereka ditempa untuk tumbuh lebih kuat dan berdaya,” tutup Prof. Desri Arwen dengan penuh optimisme.
Penulis : Supriyadi






