Kasus Dugaan Penipuan Lady Companion oleh Oknum Supir Bus Big Bird Bikin Heboh!

Rabu, 10 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSINARPAGI.COM, Tangerang |
Sebuah kasus dugaan penipuan yang melibatkan oknum supir bus Big Bird berinisial J tengah menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Pria bertubuh gempal tersebut diduga menyewa Lady Companion (LC) berinisial V untuk menemani di sebuah Tempat Hiburan Malam (THM) di kawasan Gading Serpong, namun diduga tidak menyelesaikan pembayaran jasa yang telah diberikan.

Kisah ini mencuat setelah V, Lady Companion yang diduga menjadi korban, membagikan kronologi kejadian lewat pesan singkat WhatsApp yang kemudian viral di media sosial. Dalam pesan tersebut, V mengaku telah menemani J hingga pukul 3 pagi, namun pada akhirnya justru diambil tanpa membayar biaya jasanya.

Baca juga:  Ketum PWDPI Bongkar Pemicu Devisit di Lampung*

“Kan aku sudah temani Mas sampai jam 3 pagi. Masalahnya, aku dijemput saja. Sepanjang itu aku tetap profesional dan konsisten,” tulis V dengan nada kecewa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, yang menjadi sorotan utama adalah sikap J yang hingga kini belum menyelesaikan pembayaran dengan alasan yang tidak jelas.

Baca juga:  BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari kenaikan permukaan air laut.

“Intinya nggak selesai, kan? Dan caranya Mas tidak suka,” ucap J, oknum supir bus Big Bird.

V merasa dipermainkan dan diperlakukan tidak profesional oleh oknum supir tersebut. Ia pun berharap adanya kejelasan dan tindakan tegas dari pihak berwenang demi keadilan.

“Saya merasa tidak terima karena saya sudah bekerja sesuai keinginan dan profesional,” pungkasnya.

Kasus ini langsung memancing reaksi netizen yang mengutuk tindakan dugaan penipuan tersebut, sekaligus menyerukan agar para pekerja jasa hiburan malam mendapatkan perlindungan hukum yang layak.

Baca juga:  Pakalolo Boots Berbagi Kebahagiaan bersama Anak-anak dan Penyapu Jalan

“Sangat disayangkan, profesi apapun harus dihormati dan dibayar dengan adil. Semoga kasus ini jadi pelajaran dan tidak terulang lagi,” ucap Saepudin, aktivis muda.

Pada saat dikonfirmasi pihak Bluebird Group melakukan investigasi internal, dan berdasarkan hasil investigasi dan penulusuran, yang bersangkutan sudah tidak bekerja di Bluebird Group sejak tahun  2022.(red)

Berita Terkait

DPW Banten hadiri HUT ke-2 LSM Harimau, perkuat solidaritas dan perjuangan
HEBOH! Adu Mulut 2 Jam di Gading Serpong: Senggolan Mobil vs Motor Berakhir di Kantor Polisi
Status KLB Campak Nasional, Anggota DPRD Fredyanto Minta Penanganan Ekstra Cepat di Tangerang
Tebar Kebahagiaan di Momen Ramadan, Posbanten Gelar Bukber dan Santunan 38 Anak Yatim di Karawaci Tangerang
Gebrak Karawaci! PT BSM Gandeng Ratusan Media Siber untuk Sulap Wajah Baru Tangerang
Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang Gelar Konferensi Pers, Matangkan 7 Program Sekolah Unggul dan Parenting Bersama Bupati dengan Sejumlah Insan Pers
Tim Natal Nasional Bantu Distribusi Bantuan atas Instruksi Prabowo ke Sumut, Masjid Tampung Pengungsi dari Semua Umat
Presidium BPP-KTT Rayakan Harlah ke-4 dengan Doa Bersama dan Pemotongan Tumpeng
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:25

DPW Banten hadiri HUT ke-2 LSM Harimau, perkuat solidaritas dan perjuangan

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:27

HEBOH! Adu Mulut 2 Jam di Gading Serpong: Senggolan Mobil vs Motor Berakhir di Kantor Polisi

Minggu, 22 Maret 2026 - 15:12

Status KLB Campak Nasional, Anggota DPRD Fredyanto Minta Penanganan Ekstra Cepat di Tangerang

Sabtu, 7 Maret 2026 - 21:39

Tebar Kebahagiaan di Momen Ramadan, Posbanten Gelar Bukber dan Santunan 38 Anak Yatim di Karawaci Tangerang

Jumat, 16 Januari 2026 - 13:07

Gebrak Karawaci! PT BSM Gandeng Ratusan Media Siber untuk Sulap Wajah Baru Tangerang

Berita Terbaru