
Tangerang, HARIANSINARPAGI.COM – Kamis siang yang cerah jadi saksi kebaikan. Kelurahan Bencongan memilih merayakan 10 Muharam 1448 Hijriah dengan cara “memanusiakan manusia”: membersamai anak yatim-piatu dan dhuafa. (25/06/26).
Kegiatan yang diinisiasi Ibu-Ibu PKK Kelurahan Bencongan ini digelar rutin sehabis pengajian bulanan. Tapi tahun ini terasa lebih hangat. Bukan sekadar bagi bingkisan, tapi merajut kebersamaan dan menumbuhkan anak-anak yatim yang dicintai Rasulullah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bersama PKK, Kelurahan Bencongan menyalurkan santunan untuk 23 anak yatim-piatu dan 23 dhuafa warga Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua. Suasana haru pecah saat Lurah Bencongan, Bai Subiat, S.Ag., M.H., menyerahkan bantuan langsung ke tangan adik-adik.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim-piatu di wilayah Bencongan. Semoga santunan yang diberikan dapat bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi mereka,” ujar Lurah Bai Subiat, Kamis 25 Juni 2026.
Acara dilanjutkan doa bersama. Gemanya mempererat silaturahmi antara perangkat kelurahan, donatur, anak-anak, dan warga. Dengan tema “Dengan Berbagi Kita Menguatkan Ukhuwah”, santunan uang tunai dan bingkisan diserahkan. Senyum bahagia jelas terpancar dari wajah para penerima.
“Berbagi di bulan 10 Muharam 1448 Hijriah bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang memperkuat ukhuwah dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama,” tegas Lurah Bai Subiat, S.Ag., M.H.
Ketua Karang Taruna Aris Harsono mengapresiasi langkah positif Ibu-Ibu PKK. “Bencongan Hebat. Semoga terus menebar senyum dan kebaikan, berkah buat semuanya,” pungkasnya.
Kepedulian ini juga menyapa sekolah-sekolah di Kelurahan Bencongan. Pesan Bhabinkamtibmas dan Babinsa soal kamtibmas disampaikan, rasa empati ditumbuhkan.
Kolaborasi dan sinergi warga jadi kunci. Hasilnya? Bencongan nggak cuma jadi nama kelurahan, tapi jadi rumah yang nyaman buat anak-anak yang butuh dipeluk harapan.
Di 10 Muharam 1448 Hijriah ini, Bencongan meninggalkan wasilah: ukhuwah paling kuat lahir saat kita mau “Membersamai”, bukan cuma menyantuni.
(LR/Red)


