Polemik Pengelolaan Foodcourt Aryana Membara: PT Gama Bongkar Kejanggalan Pemutusan Kontrak dan Tuding Ada Ketidakkonsistenan Kebijakan

Kamis, 27 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSINARPAGI.COM | Tangerang – Polemik panjang terkait pengelolaan Foodcourt Aryana di Kelurahan Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, semakin memanas setelah

PT Gama Putra Jaya secara terbuka membeberkan kejanggalan yang mengiringi pemutusan kontrak pengelolaan oleh manajemen Aryana. Keputusan yang dinilai sepihak, tidak transparan, dan sarat ketidakkonsistenan itu kini menjadi sorotan publik, terutama para pelaku usaha yang menggantungkan nasibnya di kawasan tersebut.

PT Gama yang selama bertahun-tahun mengelola area foodcourt mengaku telah melakukan berbagai pembangunan strategis untuk meningkatkan kualitas kawasan.

Investasi tersebut mencakup pembangunan gedung biliar, paving block untuk area parkir, pembangunan delapan tenant baru, serta pembenahan drainase, dengan total nilai mencapai sekitar Rp 4 miliar.

Seluruh fasilitas dan infrastruktur itu, menurut PT Gama, dibangun untuk mendongkrak daya tarik dan kenyamanan area bagi pengunjung.

Namun, setelah investasi besar itu digelontorkan, pihak manajemen Aryana tiba-tiba memutus kontrak kerja sama pengelolaan secara sepihak. Alasan pemutusan kontrak pun disebut PT Gama berubah-ubah, salah satunya terkait keberadaan wahana komedi yang dianggap membuat kawasan terkesan “kumuh”.

Anehnya, setelah PT Gama resmi dikeluarkan sebagai pengelola, manajemen justru memasukkan kembali wahana komedi dengan pengelola baru—sebuah langkah yang dianggap sangat ironis dan menimbulkan tanda tanya besar.


Dalam sebuah pernyataan resmi yang disampaikan kepada awak media pada Kamis (27/11/2025), Bos Dom, Direktur Utama PT Gama Putra Jaya, tidak menutupi rasa kecewanya atas sikap manajemen Aryana.

“Saya diputus kontrak kerja sama pengelolaan foodcourt dengan alasan beragam, termasuk karena memasukkan wahana komedi yang dianggap kumuh oleh pihak manajemen. Eh, malah sekarang mereka masukkan lagi wahana komedi itu. Bedanya cuma satu: pengelolanya bukan kami,” tegas Bos Dom.


Ia menilai langkah manajemen Aryana tidak hanya tidak konsisten, tetapi juga membuka ruang dugaan adanya konflik kepentingan atau manuver internal yang tidak diinformasikan kepada pihak pengelola sebelumnya.

Sejumlah pelaku usaha yang beroperasi di kawasan Foodcourt Aryana mengaku geram dengan ketidakjelasan arah kebijakan manajemen. Mereka menilai perubahan kebijakan yang tiba-tiba tanpa kejelasan penjelasan resmi akan menimbulkan efek domino yang dapat merugikan pedagang, UMKM, hingga pengunjung.

“Kalau memang masalahnya wahana komedi dianggap kumuh, mengapa sekarang masuk lagi? Ini kan janggal,” kata salah satu pelaku usaha yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Beberapa sumber internal bahkan menyebut perubahan sikap manajemen terjadi secara mendadak, tanpa adanya forum dialog, evaluasi resmi, atau pemberitahuan yang layak kepada para pelaku usaha maupun PT Gama selaku pengelola lama. Situasi ini memicu berbagai spekulasi mengenai apa sebenarnya alasan di balik keputusan pemutusan kontrak tersebut.


Hingga berita ini diterbitkan, manajemen Aryana belum memberikan klarifikasi resmi terkait pemutusan kontrak ataupun keputusan menghadirkan kembali wahana komedi. Sikap diam ini semakin memperpanjang daftar tanda tanya publik sekaligus memperkuat dugaan adanya motif tersembunyi di balik keputusan tersebut.

Pengamat pengelolaan kawasan bisnis menilai bahwa ketidakterbukaan informasi dapat merusak reputasi manajemen dan mengganggu iklim usaha di lingkungan foodcourt. Konsistensi kebijakan, menurut mereka, adalah kunci agar para pelaku usaha dapat bekerja dengan kepastian dan rasa aman.


PT Gama Putra Jaya menegaskan bahwa mereka akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan terwujudnya transparansi, kejelasan, serta keadilan dalam proses pengelolaan Foodcourt Aryana. Opsi penyelesaian melalui jalur resmi pun tidak menutup kemungkinan ditempuh apabila diperlukan.

“Kami berharap manajemen Aryana bisa memberikan penjelasan terbuka. Kerugian bukan hanya pada kami, tapi pada pelaku usaha dan kredibilitas kawasan,” tegas Bos Dom menutup pernyataannya.

Baca juga:  Polsek Curug Pastikan Nobar Persib vs PSBS Biak Berlangsung Aman dan Kondusif

Penulis : Oling / Red

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Kisruh Besar di Foodcourt Aryana PT Gama Bongkar Pemutusan Kontrak Mendadak, Singgung Dugaan Intimidasi dan Pertaruhkan Miliaran Rupiah
Berlatar Praktisi Hukum, Ubaydillah Ikut Bursa Dirut Perumda Pasar Kota Tangerang 2025-2030
Rakernit VI PUK SP LEM SPSI PT Duta Nichirindo Pratama: Perkuat Barisan Buruh, Fokus SDM Unggul dan Kepemimpinan Bermoral
PDAM Wilayah 5 Tangerang Gencar Promosikan Layanan Air Bersih, Warga Diimbau Segera Daftar
Pakons Prime Hotel Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Festival UMKM, Berikan Kacamata Gratis dan Santunan Yatim
Kenaikan Pajak Barang Mewah Sebagai Langkah Penguatan Ekonomi Negara
GETI Digipreneur Incubation Program Kolaborasikan UMKM dengan Mahasiswa
RUTA 2024 SPA FSPI ISTEM Sukses Digelar, Maijir Nasution Terpilih Nakhoda
Berita ini 170 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 November 2025 - 13:41

Kisruh Besar di Foodcourt Aryana PT Gama Bongkar Pemutusan Kontrak Mendadak, Singgung Dugaan Intimidasi dan Pertaruhkan Miliaran Rupiah

Kamis, 27 November 2025 - 11:19

Polemik Pengelolaan Foodcourt Aryana Membara: PT Gama Bongkar Kejanggalan Pemutusan Kontrak dan Tuding Ada Ketidakkonsistenan Kebijakan

Selasa, 30 September 2025 - 16:59

Berlatar Praktisi Hukum, Ubaydillah Ikut Bursa Dirut Perumda Pasar Kota Tangerang 2025-2030

Sabtu, 26 Juli 2025 - 19:26

Rakernit VI PUK SP LEM SPSI PT Duta Nichirindo Pratama: Perkuat Barisan Buruh, Fokus SDM Unggul dan Kepemimpinan Bermoral

Rabu, 9 April 2025 - 16:28

PDAM Wilayah 5 Tangerang Gencar Promosikan Layanan Air Bersih, Warga Diimbau Segera Daftar

Berita Terbaru

Peristiwa

Atap Ambruk, Warga Curug Kulon Terlantar Menunggu Bantuan

Senin, 13 Apr 2026 - 00:17