Kisruh Besar di Foodcourt Aryana PT Gama Bongkar Pemutusan Kontrak Mendadak, Singgung Dugaan Intimidasi dan Pertaruhkan Miliaran Rupiah

Jumat, 28 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSINARPAGI.COM | Tangerang – Aroma panas tengah mengepul dari kawasan Foodcourt Aryana Karawaci. Bukan dari dapur para pedagang UMKM, melainkan dari pertikaian sengit antara PT Gama Putra Jaya dan pihak manajemen Aryana yang kini memasuki babak paling dramatis.

PT Gama, selaku mitra pengelola, mengungkapkan bahwa mereka diputus kontrak sebelum masa kerja sama genap berjalan, meski telah melakukan investasi miliaran rupiah dan memenuhi sejumlah kewajiban awal.

Lebih jauh, direktur utama PT Gama, Boss Dom, mengeluarkan pernyataan keras kepada media dan menuding pihak Aryana melakukan tindakan tidak profesional.

Dalam laporan resminya, PT Gama menegaskan telah menyetor Rp40 juta sebagai bagian dari kewajiban kerja sama. Bahkan, kedua pihak disebut telah menyepakati ulang mekanisme dan tenggat pelunasan selama dua bulan.

Namun secara mengejutkan, hanya lima hari setelah pembayaran masuk, surat pemutusan kontrak justru mendarat di meja PT Gama.

“Saya kaget dan kecewa. Alasannya berubah-ubah, seperti dicari-cari. Tidak ada itikad baik menjelaskan secara transparan,” ungkap Boss Dom dengan raut kecewa.


Pernyataan PT Gama bukan sembarang keluhan. Menurut mereka, perusahaan telah menanamkan investasi lebih dari Rp4 miliar, mencakup, renovasi bangunan foodcourt, pembangunan gedung dan arena billiard, instalasi sound system berkelas, penyediaan wahana hiburan seperti komedi putar, perbaikan berbagai kerusakan lama,

“Kami masuk untuk membenahi kawasan, bukan merusaknya. Tapi kami justru diperlakukan seperti tidak ada kontribusi sama sekali,” tegas Boss Dom.

Dalam nada yang lebih serius, Boss Dom juga mengungkap adanya dugaan intimidasi. Ia mengklaim rumahnya sempat didatangi sekelompok orang yang mengaku sebagai anggota ormas yang disebut-sebut terkait pihak Aryana.

“Saya jelas tidak nyaman. Ini bukan gaya komunikasi dalam bisnis. Ini sudah masuk ranah tekanan psikologis,” ujarnya.

Catatan redaksi: Dugaan intimidasi ini merupakan klaim sepihak PT Gama dan membutuhkan klarifikasi dari para pihak yang disebut.

Dengan seluruh dinamika tersebut, PT Gama kini secara terbuka meminta pengembalian seluruh dana investasi yang sudah dikucurkan.

“Kalau kontribusi kami tidak dihargai, paling tidak kembalikan hak kami. Jangan ada pihak yang merasa berkuasa lalu sewenang-wenang,” kata Boss Dom.

Ia juga meminta pihak Aryana menjelaskan kondisi sebenarnya kepada publik.

Polemik ini tidak hanya mengguncang manajemen, tapi juga para pedagang UMKM yang menggantungkan hidup di area foodcourt. Banyak dari mereka kini mengaku resah karena situasi yang tidak menentu.

“Kalau foodcourt tutup atau ganti pengelola, kami bingung mau ke mana. Ini tempat kami mencari makan,” tutur salah seorang pedagang yang enggan disebut namanya.


Hingga berita ini diterbitkan, manajemen Aryana belum memberikan klarifikasi terkait, alasan pemutusan kontrak, nilai-nilai komitmen yang diklaim dilanggar, serta dugaan intimidasi yang menyeruak ke publik.


Redaksi Hariansinarpagi.com terus mencoba menghubungi pihak Aryana dan akan menyajikan pemberitaan lanjutan untuk menghadirkan informasi yang seimbang, terbuka, dan akurat kepada masyarakat.

Penulis : Oling

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Polemik Pengelolaan Foodcourt Aryana Membara: PT Gama Bongkar Kejanggalan Pemutusan Kontrak dan Tuding Ada Ketidakkonsistenan Kebijakan
Berlatar Praktisi Hukum, Ubaydillah Ikut Bursa Dirut Perumda Pasar Kota Tangerang 2025-2030
Rakernit VI PUK SP LEM SPSI PT Duta Nichirindo Pratama: Perkuat Barisan Buruh, Fokus SDM Unggul dan Kepemimpinan Bermoral
PDAM Wilayah 5 Tangerang Gencar Promosikan Layanan Air Bersih, Warga Diimbau Segera Daftar
Pakons Prime Hotel Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Festival UMKM, Berikan Kacamata Gratis dan Santunan Yatim
Kenaikan Pajak Barang Mewah Sebagai Langkah Penguatan Ekonomi Negara
GETI Digipreneur Incubation Program Kolaborasikan UMKM dengan Mahasiswa
RUTA 2024 SPA FSPI ISTEM Sukses Digelar, Maijir Nasution Terpilih Nakhoda
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 November 2025 - 13:41

Kisruh Besar di Foodcourt Aryana PT Gama Bongkar Pemutusan Kontrak Mendadak, Singgung Dugaan Intimidasi dan Pertaruhkan Miliaran Rupiah

Kamis, 27 November 2025 - 11:19

Polemik Pengelolaan Foodcourt Aryana Membara: PT Gama Bongkar Kejanggalan Pemutusan Kontrak dan Tuding Ada Ketidakkonsistenan Kebijakan

Selasa, 30 September 2025 - 16:59

Berlatar Praktisi Hukum, Ubaydillah Ikut Bursa Dirut Perumda Pasar Kota Tangerang 2025-2030

Sabtu, 26 Juli 2025 - 19:26

Rakernit VI PUK SP LEM SPSI PT Duta Nichirindo Pratama: Perkuat Barisan Buruh, Fokus SDM Unggul dan Kepemimpinan Bermoral

Rabu, 9 April 2025 - 16:28

PDAM Wilayah 5 Tangerang Gencar Promosikan Layanan Air Bersih, Warga Diimbau Segera Daftar

Berita Terbaru

Pemerintahan

Status PLT Camat Dinilai Hambat Layanan Publik di Panongan

Kamis, 23 Apr 2026 - 12:58