Oknum Anggota DPRD Pesawaran Dilaporkan atas Dugaan Penganiayaan, Korban Alami Luka dan Trauma

Kamis, 19 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSINARPAGI.COM | Pesawaran, Lampung – Dugaan tindak kekerasan yang melibatkan seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Pesawaran berinisial FF kini menjadi sorotan publik. FF dilaporkan ke Polres Pesawaran atas dugaan penganiayaan terhadap seorang warga berinisial MO pada Selasa (17/2/2026).

Peristiwa yang terjadi di Desa Sukamaju, Kecamatan Punduh Pidada itu bermula dari persoalan sepele, namun berujung laporan pidana.

Laporan korban tercatat dengan nomor LP/B/44/II/2026/SPKT/POLRES PESAWARAN/POLDA LAMPUNG dan saat ini tengah dalam tahap penyelidikan oleh penyidik.

Kronologi Versi Korban: Senggolan Motor Berujung Dugaan Kekerasan

Menurut keterangan MO, insiden bermula saat dirinya memasang banner ucapan menyambut Ramadan di atas lahan milik keluarganya di kawasan Pasir Putih. Saat itu, sepeda motor miliknya yang terparkir di pinggir jalan diduga tersenggol kendaraan yang dikendarai FF hingga terjatuh.

Teguran yang dilayangkan korban disebut memicu perdebatan. Situasi diklaim memanas dan berujung pada dugaan tindakan fisik.
MO mengaku mengalami luka di bagian kepala, leher, dan wajah.

Ia juga menyebut tubuhnya sempat ditarik serta dibenturkan ke mobil hingga akhirnya harus menjalani perawatan medis di Bandar Lampung akibat luka dan trauma yang dialami.

“Bukan hanya senggolan kendaraan, tapi sudah sampai tindakan fisik,” demikian inti keterangan korban dalam laporannya.

Bantahan Terlapor: Klaim Hanya Kesalahpahaman dan Sengketa Lahan

Di sisi lain, FF membantah tuduhan melakukan penganiayaan. Ia menyebut insiden tersebut murni kesalahpahaman saat dirinya melintas bersama keluarga di jalan yang sempit dan terhalang motor serta banner yang sedang dipasang korban.

Menurutnya, senggolan terhadap motor terjadi tanpa unsur kesengajaan.

FF juga mengungkap bahwa persoalan yang melatarbelakangi ketegangan diduga berkaitan dengan sengketa lahan antara korban dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Ia menyatakan sebelumnya telah ada kesepakatan agar area tersebut tidak digunakan hingga ada klarifikasi resmi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Ia menegaskan tidak melakukan kekerasan fisik dan hanya berupaya meredam situasi dengan mengajak korban berdiskusi di rumah kepala desa karena warga mulai berkumpul di lokasi kejadian.

Polisi Tegaskan Proses Hukum Tetap Berjalan

Kepala Satreskrim Polres Pesawaran, Iptu
Pande Yoga, membenarkan laporan tersebut telah diterima dan saat ini dalam proses penyelidikan.

“Dalam waktu dekat kami akan melakukan undangan klarifikasi kepada FF,” ujarnya.
Penyidik akan mendalami keterangan kedua belah pihak serta memeriksa saksi-saksi guna memastikan kronologi secara utuh.

Polisi menegaskan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan objektif, tanpa memandang jabatan maupun status sosial pihak yang terlibat.

Sorotan Publik dan Ujian Integritas

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena melibatkan seorang pejabat publik yang seharusnya menjadi representasi aspirasi warga. Publik kini menanti transparansi dan kepastian hukum atas laporan yang telah masuk ke meja penyidik.

Proses penyelidikan yang tengah berjalan akan menjadi ujian terhadap komitmen penegakan hukum yang adil dan tanpa pandang bulu di Kabupaten Pesawaran.

Perkembangan kasus ini masih terus dipantau dan akan diperbarui sesuai hasil pemeriksaan resmi dari pihak kepolisian.

Baca juga:  Diduga Mobil Dinas Milik Inspektorat Kabupaten Tangerang Alami Kecelakaan Beruntun, Dihari Libur Kerja

Penulis : Red

Editor : Redaktur

Sumber Berita : Patraindonesia.com

Berita Terkait

Muncul Klaim Aset TNI AD dalam Surat BPN, Warga Rancagong Pertanyakan Legalitasnya
Geger Pasar Kemis! Wanita Muda Ditemukan Tewas Tergantung di Dalam Kontrakan, Warga Sempat Mengira Pocong
Heboh Tawuran Remaja di Curug Wetan, Satu Remaja Luka Akibat Sajam, Polisi Amankan Sejumlah Terduga Pelaku
Ramai di Internet, Polisi Curug Ungkap Fakta Sebenarnya di Balik Video Viral
Dugaan Kerja Sama Fiktif, PT UBM Layangkan Somasi Dua Kali Tanpa Respons
Aksi Damai Warga Kadu Jaya Menggema, Tuntut Keadilan dan Tolak Dokumen Diduga Cacat Hukum
Tak Lagi Menunggu, Korban Rumah Ambruk di Curug Kulon Akhirnya Dapat Bantuan
Atap Ambruk, Warga Curug Kulon Terlantar Menunggu Bantuan
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:48

Muncul Klaim Aset TNI AD dalam Surat BPN, Warga Rancagong Pertanyakan Legalitasnya

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:34

Geger Pasar Kemis! Wanita Muda Ditemukan Tewas Tergantung di Dalam Kontrakan, Warga Sempat Mengira Pocong

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:14

Heboh Tawuran Remaja di Curug Wetan, Satu Remaja Luka Akibat Sajam, Polisi Amankan Sejumlah Terduga Pelaku

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:49

Ramai di Internet, Polisi Curug Ungkap Fakta Sebenarnya di Balik Video Viral

Senin, 4 Mei 2026 - 15:50

Dugaan Kerja Sama Fiktif, PT UBM Layangkan Somasi Dua Kali Tanpa Respons

Berita Terbaru