Pernyataan Kontroversial Kepala Desa Pesanggrahan Memicu Kemarahan LSM, Kini Dilaporkan ke Polisi

Senin, 27 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSINARPAGI.COM, TANGERANG | Pernyataan Kepala Desa Pesanggrahan, Agus Setyantoro, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Solear memicu kontroversi. Dalam forum yang seharusnya fokus pada pembangunan desa, Agus melontarkan komentar yang dianggap melecehkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dengan menyebut mereka sebagai pengganggu pembangunan.

“Siapa dia (LSM)? Ujung-ujungnya semua kepala desa direcoki oleh lembaga. Boleh tidak kepala desa melaporkan lembaga yang ngaco?” ungkap Agus dalam forum tersebut, yang kemudian memicu protes keras.

LSM Pelopor dan LSM Dobrak segera melaporkan Agus ke Polresta Tangerang. Heru, Sekjen LSM Pelopor, dan Dahlan, Ketua Umum LSM Dobrak, menilai pernyataan itu melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan mencoreng martabat LSM sebagai penggiat kontrol sosial.

“Pernyataan itu mencederai martabat kami. Sebagai penggiat kontrol sosial, kami memiliki peran sah yang diakui undang-undang. Pernyataan Agus tidak hanya melecehkan, tetapi juga menciptakan stigma buruk terhadap LSM,” kata Heru saat mengajukan laporan.

Agus memberikan klarifikasi melalui video yang diunggah di media sosial. Klarifikasi tersebut dilakukan di kantor Kecamatan Solear, disaksikan oleh Camat Solear dan staf kecamatan. Namun, langkah itu dikritik oleh LSM yang merasa tidak dilibatkan.

“Klarifikasi itu tidak menyentuh inti masalah. Tidak ada perwakilan LSM yang diundang. Permintaan maaf sepihak seperti itu tidak menyelesaikan persoalan,” ujar Heru.

Baca juga:  HIMAKOM UBD dan DPRD Kota Tangerang Kolaborasi Wujudkan “Green Generation” untuk Lingkungan Berkelanjutan

Dahlan menyebutkan bahwa penyelesaian masalah harus dilakukan secara langsung dengan pihak yang dirugikan, bukan sekadar melalui unggahan video. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti hanya dengan permintaan maaf.

Laporan hukum terhadap Agus ditujukan untuk memberikan efek jera sekaligus meluruskan pandangan masyarakat mengenai peran LSM sebagai pengawas jalannya pemerintahan. Keberadaan LSM berlandaskan hukum dengan tugas utama memastikan transparansi dan akuntabilitas program pemerintah.

“Kepala desa seharusnya bisa bersinergi dengan kami. Jika ada kekeliruan, tugas kami adalah mengingatkan, bukan menjatuhkan. Jika ada yang merasa terganggu dengan kontrol sosial, mungkin ada sesuatu yang perlu diungkap,” kata Dahlan.

Baca juga:  Ketum PWDPI Desak Menteri KKP Segera Terbitkan Izin Untuk Nelayan Lobster

Heru dan Dahlan menyampaikan apresiasi kepada Kapolresta Tangerang dan Kasat Reskrim atas respons cepat mereka dalam menangani laporan tersebut. Mereka berharap proses hukum dilakukan secara serius untuk memberikan pesan tegas bahwa pelecehan terhadap LSM tidak bisa dibiarkan.

“Proses hukum ini harus menjadi pelajaran bagi pejabat publik untuk lebih menghormati peran LSM. Kami mendukung kerja sama yang baik demi kepentingan masyarakat,” ujar Heru.

Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan hubungan antara pemerintah desa dan LSM sebagai mitra kontrol sosial. Proses hukum yang sedang berlangsung diharapkan mampu memberikan keadilan dan memperkuat sinergi antara kedua pihak. (Yadi)

Berita Terkait

POKDARKAMTIBMAS Resor Tangerang Selatan Gelar Pembinaan dan Penyuluhan DITBINMAS Polda Metro Jaya, Warga Diimbau Waspadai Hoaks, Begal dan Tawuran
Pokdarkamtibmas Resor Tangsel Gelar DIKLAT MADYA Dan Luncurkan Aplikasi Digital, Perkuat Sinergi Dengan 3 Pilar
Musker III PCNU Kabupaten Tangerang Pertegas Transformasi Organisasi, Fokus pada Program Berdampak Nyata
Persatuan Media dan LSM Pagedangan Gelar Halal Bihalal, Perkuat Sinergi Antar Anggota
Media Independen Online (Mio) Indonesia Provinsi Banten Baru Saja Menggelar Muswil dan Kongres
GWI Banten Berbagi Ratusan Takjil dan Santuni Anak Yatim di Kota Tangerang
LSM GEMPUR Gelar Santunan Anak Yatim di Cikupa, Perkuat Kepedulian Sosial di Bulan Ramadan
Kasus Proyek DLH Lamtim, Ketum PWDPI Dorong KPK Turun Tangan, Dugaan Kendali Perusahaan Rekanan Jadi Sorotan
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 13:41

POKDARKAMTIBMAS Resor Tangerang Selatan Gelar Pembinaan dan Penyuluhan DITBINMAS Polda Metro Jaya, Warga Diimbau Waspadai Hoaks, Begal dan Tawuran

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:25

Pokdarkamtibmas Resor Tangsel Gelar DIKLAT MADYA Dan Luncurkan Aplikasi Digital, Perkuat Sinergi Dengan 3 Pilar

Senin, 13 April 2026 - 14:06

Musker III PCNU Kabupaten Tangerang Pertegas Transformasi Organisasi, Fokus pada Program Berdampak Nyata

Kamis, 9 April 2026 - 14:47

Persatuan Media dan LSM Pagedangan Gelar Halal Bihalal, Perkuat Sinergi Antar Anggota

Kamis, 2 April 2026 - 13:57

Media Independen Online (Mio) Indonesia Provinsi Banten Baru Saja Menggelar Muswil dan Kongres

Berita Terbaru