Kelalaian Pengamanan Proyek Jembatan Cisoka Bisa Berujung Malapetaka

Jumat, 25 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSINARPAGI.COM, TANGERANG | Proyek penggantian Jembatan Jayanti di Kampung Slapanjang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, mendapat sorotan tajam terkait kelalaian pengamanan. Dengan anggaran lebih dari Rp2,5 miliar yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025, proyek ini memunculkan kekhawatiran serius terkait keselamatan publik.

Pantauan di lapangan menemukan pengerukan terbuka di area proyek tanpa adanya pengamanan yang memadai. Meskipun ada papan informasi dan pengalihan arus lalu lintas, tak terlihat pagar pengaman, penutup, atau rambu peringatan yang sesuai. Kondisi ini sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak yang sering bermain di sekitar lokasi proyek.

Baca juga:  Protes SPMB Jalur Domisili, Warga Gembok Akses Jalan ke SMAN 5 Kabupaten Tangerang

Pengerukan yang terbuka tanpa penghalang atau pengamanan sementara menandakan kelalaian dalam pelaksanaan proyek. Hal ini bertentangan dengan standar keselamatan kerja yang seharusnya diterapkan pada proyek infrastruktur publik. Sebuah jembatan yang seharusnya memperbaiki akses transportasi justru menambah ancaman bagi keselamatan warga sekitar.

Pemerintah daerah, termasuk Bupati Tangerang dan Dinas Bina Marga, harus segera melakukan pengawasan yang lebih ketat untuk memastikan proyek ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga aman bagi publik. Pembangunan infrastruktur harus mengutamakan keselamatan dan kenyamanan warga, bukan hanya mengejar target fisik semata.

Jika kelalaian ini dibiarkan, bukan tidak mungkin kecelakaan akan terjadi, menambah beban masyarakat, dan merugikan pemerintah daerah. Pemerintah diharapkan segera turun tangan untuk mengevaluasi dan memperbaiki kelalaian ini sebelum insiden yang lebih besar terjadi.

Baca juga:  LipanHam Berikan Apresiasi untuk Pembangunan PRK SMPN 5 Cikupa yang Dinilai Dikerjakan Secara Maksimal

Keselamatan publik adalah hak yang harus dilindungi dalam setiap fase pembangunan. Pemerintah wajib bertindak segera untuk memastikan bahwa anggaran yang digelontorkan benar-benar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Berita Terkait

Proyek Hotmix di Legok Diduga Bermasalah Camat Legok Harus Tindak Tegas
Operasi Cipta Kondisi, Polsek Curug Perketat Pengawasan dan Amankan Kendaraan Tanpa Surat
Prabowo Cek Langsung Tapanuli Tengah: Kapal Besar Sudah Masuk Sibolga, Hercules Dikerahkan Tiap Hari
Bhabinkamtibmas Kadu Jaya Lakukan Sambang Pos Kamling Terpadu, Perkuat Kesiapsiagaan Warga di Malam Hari
Perayaan HUT SMPN 1 Legok Ke 42 Disambut Meriah Oleh Para Dewan Guru, Komite Sekolah dan Para Siswa-siswi SMPN 1 Legok
Terjadi Lagi…!! Proyek Hotmix Yang Digelar di Kp. Rancagong Yang Tanpa Pengawasan Dari Mandor Dan Pelaksana Lapangan
MIRISSS….! Proyek Betonisasi di Dasana Indah RT 004/015 Diduga Tanpa Pengawasan dan Asal Jadi
Betonisasi Jalan Raya Panongan Dikeluhkan Warga: Penutupan Total Dinilai Rugikan Banyak Pihak
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Desember 2025 - 10:28

Proyek Hotmix di Legok Diduga Bermasalah Camat Legok Harus Tindak Tegas

Selasa, 9 Desember 2025 - 08:24

Operasi Cipta Kondisi, Polsek Curug Perketat Pengawasan dan Amankan Kendaraan Tanpa Surat

Selasa, 2 Desember 2025 - 07:12

Prabowo Cek Langsung Tapanuli Tengah: Kapal Besar Sudah Masuk Sibolga, Hercules Dikerahkan Tiap Hari

Minggu, 30 November 2025 - 16:34

Bhabinkamtibmas Kadu Jaya Lakukan Sambang Pos Kamling Terpadu, Perkuat Kesiapsiagaan Warga di Malam Hari

Minggu, 30 November 2025 - 11:38

Perayaan HUT SMPN 1 Legok Ke 42 Disambut Meriah Oleh Para Dewan Guru, Komite Sekolah dan Para Siswa-siswi SMPN 1 Legok

Berita Terbaru