HARIANSINARPAGI.COM | Tangerang – Kecamatan Curug kembali menjadi sorotan publik setelah proyek peningkatan jalan lingkungan di Desa Kadu, RT/02 RW/03, dikerjakan oleh CV Risfan Contractor dengan metode pengerjaan yang dipertanyakan. Selasa. 20/05/2025.
Proyek yang seharusnya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan ini justru menimbulkan keraguan terkait kualitas dan transparansi pengerjaannya.
Menurut laporan yang diterima, proyek hotmix ini dikerjakan pada malam hari, sebuah metode yang tidak biasa untuk proyek semacam ini. Lokasi proyek yang strategis dan dominan jika dikerjakan di siang hari, membuat banyak pihak bertanya-tanya mengapa kontraktor memilih untuk bekerja di malam hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dugaan bahwa metode ini dipilih untuk menutupi kecurangan dan markup anggaran menjadi semakin kuat.
Hasil pengamatan wartawan di lapangan menunjukkan bahwa ketebalan hotmix kurang dari 4 cm, yang jauh dari standar yang diharapkan. Selain itu, agregat yang digunakan juga terlihat seperti hanya sebagai formalitas alias tambal sulam. Ini menimbulkan pertanyaan serius tentang kualitas bahan dan metode pengerjaan yang digunakan.
Seorang petugas keamanan di Clustet Emerald Green View, Kampung Pasir Randu, yang berjaga di dekat lokasi proyek, membenarkan bahwa proyek hotmix tersebut dikerjakan pada malam hari. “Semalem ngerjainnya bang, kemarin mah ada papan informasinya di pohon nangka,” ungkapnya.
Ketua LSM LipanHam DPD Provinsi Banten, Jefri, menilai bahwa kurangnya pengawasan dari pihak Kecamatan Curug menjadi faktor utama terjadinya dugaan korupsi ini.
“Kalau hotmix dikerjain malem mah ya enggak pas, kecuali beton. Lokasinya juga lebar kok, kecuali ada kendala, ini kan enggak ada faktor alam atau faktor lalu lintas, jadi ini mungkin sengaja agar dugaan kecurangannya tidak dipublish,” kata Jefri.
Jefri juga menyatakan bahwa pihaknya akan melaporkan temuan ini ke BPK untuk dilakukan investigasi lebih lanjut. “Diduga enggak beres semua kerjaan di Kecamatan Curug mah, semuanya di korupsi,” pungkasnya.
Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Camat Curug mengenai laporan tersebut. Publik berharap agar pihak berwenang dapat melakukan investigasi yang menyeluruh dan transparan untuk memastikan kualitas proyek dan menilai apakah ada pelanggaran yang dilakukan.
Dugaan kecurangan proyek di Kecamatan Curug ini kembali mengingatkan pentingnya transparansi dan pengawasan dalam pelaksanaan proyek publik.
Masyarakat berharap agar proyek-proyek semacam ini dapat dikerjakan dengan profesional dan akuntabel, sehingga hasil akhirnya dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.
Penulis : Oling
Editor : Redaktur






