HARIANSINARPAGI.COM | Tangerang – Siapa sangka, niatnya mancing malah bikin heboh sekampung!
Seorang warga di Kampung Tegal RT 02/005, Desa Curug Wetan, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, tak pernah membayangkan kail magnetnya justru menempel pada benda menyeramkan – sebuah Granat tua yang diduga peninggalan zaman kolonial Belanda.
Awalnya, warga sedang menjajal hobi barunya: memancing pakai magnet di kali kecil. Namun, saat kailnya menempel kuat pada sesuatu yang berat dan berkarat, rasa penasaran berubah jadi kaget besar. Begitu diangkat ke permukaan, ternyata benda itu menyerupai granat lontar dan peluru mortir.

“Awalnya dikira besi tua, pas dilihat bentuknya mirip granat, langsung lapor ke Pak Bhabin,” ujar warga dengan nada masih shock.
Mendapat laporan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Curug Wetan Aiptu Iksan Iskandar, dari Polsek Curug langsung meluncur ke lokasi. Dengan sigap, area sekitar segera diamankan agar warga tidak mendekat.

Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan beberapa benda yang diperkirakan berusia puluhan tahun, antara lain granat lontar, granat manggis, pelontar granat, hingga peluru mortir.
Tak ingin ambil risiko, petugas kemudian berkoordinasi dengan Unit Gegana Polres Tangerang Selatan, untuk melakukan identifikasi dan penanganan lebih lanjut. Benda-benda berbahaya tersebut kini diamankan Team Gegana Polres Tangerang Selatan, untuk keperluan penyelidikan.
“Kemungkinan besar ini sisa-sisa peninggalan masa kolonial. Yang jelas sudah sangat lama tertimbun,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Warga sekitar pun sempat ramai menonton dari kejauhan, tak percaya benda berbahaya itu bisa ditemukan di aliran kali tempat mereka biasa bermain.
“Untung cepat ditangani, kalau enggak bisa bahaya,” tambah warga lain.
Pesan Penting dari Polsek Curug:
Jika masyarakat menemukan benda asing, mencurigakan, atau mirip bahan peledak, jangan disentuh, jangan dipindahkan, segera laporkan ke pihak berwenang agar bisa ditangani dengan aman.
Dari kejadian ini, pelajaran berharga pun muncul: bukan cuma ikan yang bisa nyangkut di kail, kadang sejarah pun ikut terangkat dari dasar sungai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Oling
Editor : Redaktur






