Ekonomi Menguat, Kepercayaan Publik Tinggi Pada Pemerintahan Prabowo–Gibran Hadapi 2026

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSINARPAGI.COM, Jakarta | Menjelang 2026, berbagai indikator ekonomi dan survei opini publik menunjukkan fondasi nasional berada pada jalur positif. Kinerja ekonomi berjalan cepat, konsumsi membaik, investasi meningkat, dan kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tercatat tinggi.

Fundamental ekonomi nasional berada dalam kondisi solid. PMI Manufaktur November 2025 melesat ke 53,3, mencatat ekspansi empat bulan berturut-turut. Indeks Keyakinan Konsumen juga naik signifikan ke 121,2, sementara Mandiri Spending Index Mid mencapai 312,8, mencerminkan belanja masyarakat yang terus menguat. IHSG pun stabil tinggi di angka 8.617 pada 2 Desember 2025.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut perekonomian berada dalam momentum yang kuat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sehingga kami melihat pertumbuhan ekonomi tahun depan yang berbasis target APBN, 5,4% itu adalah baseline. Dan kami melihat ke depan headwind sudah lewat dan ini akan berubah menjadi tailwind. Kami optimis ke depan tinggal satu yaitu investasi,” ujarnya.

Baca juga:  Prabowo Bertolak ke Sydney untuk Bertemu PM Australia Albanese, Hanya Berkunjung Sehari

Airlangga menegaskan bahwa pencapaian Q4 2025 dan awal 2026 akan didorong peningkatan mobilitas masyarakat, pariwisata, serta berbagai program diskon yang diluncurkan pemerintah. Pemerintah, lanjutnya, telah menyiapkan delapan program prioritas APBN 2026, mulai dari ketahanan pangan, energi, MBG, pendidikan, kesehatan, UMKM, pertahanan semesta, hingga akselerasi investasi dan perdagangan global.

Ia juga menyoroti percepatan digitalisasi ekonomi.

“Mesin ekonomi baru ke depan lainnya adalah dari segi digitalisasi, di tahun 2030 USD360 miliar, ke Indonesianya 40%, USD800 billion akan bisa mengerakkan perekonomian secara eksponensial,” katanya.

Airlangga menjelaskan pemanfaatan QRIS yang telah menjangkau 57 juta konsumen dan 39 juta pelaku usaha diharapkan membuat rupiah “Go Global”. Pemerintah juga mendorong lahirnya 12 juta talenta digital pada 2030 melalui beasiswa, AI talent factory, dan Program Magang Nasional.

Baca juga:  BRIPKA YOGA WAHYU Unit lantas Polsek Balaraja turun ke jalan Urai kemacetan wujud nyata Pelayanan Maayarakat

Pada sektor industri masa depan, pemerintah terus memperluas ekosistem EV dan menyiapkan arah pengembangan industri semikonduktor. Sementara itu, program mobil nasional akan mulai dipersiapkan untuk 2026 sesuai arahan Presiden Prabowo.

Dari kalangan dunia usaha, optimisme juga menguat. Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyatakan prospek 2026 sangat cerah.

“Kita optimistis pada 2026, Pemerintah bersama dunia usaha bisa menggerakkan ekonomi di atas 5,5 persen. Ada 17 program dan delapan agenda prioritas, mulai menunjukkan optimisme,” katanya.

Anindya menilai program Quick Wins seperti MBG, tenaga kerja migran lewat Kadin, PKG, dan Rumah Layak Huni telah menunjukkan dampak nyata. Kadin juga menekankan pentingnya peningkatan jumlah peserta magang hingga 80 ribu orang untuk mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja generasi muda.

Dari sisi persepsi publik, survei Adidaya Institute menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran. Managing Director Adidaya Institute, Ahmad Fadhli mengungkap kepercayaan publik yang tinggi.

Baca juga:  Sukses Selenggarakan HLF MSP dan IAF ke-2, Indonesia Kokohkan Peran Strategis di Panggung Internasional

“Publik percaya bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran ini punya komitmen untuk bersih dari korupsi. Sebanyak 78,5 persen responden menyatakan keyakinannya bahwa Prabowo-Gibran bebas dari praktik korupsi,” paparnya.

Sebanyak 72,2 persen responden juga yakin pemerintahan ini bersih dari kolusi.

Sementara itu analis politik Arif Nurul Imam mencatat tingginya kebebasan sipil.

“Dalam survei ini terdapat 76,5 persen kebebasan berpendapat di bawah Presiden Prabowo-Gibran masih tinggi,” ucapnya.

Ia juga menilai stabilitas politik tetap kuat.

“Stabilitas Prabowo masih tinggi sekitar 73,1 persen,” katanya.

Dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi yang menguat, kepercayaan publik yang tinggi, serta agenda reformasi 2026, Pemerintahan Prabowo–Gibran dinilai memasuki tahun baru dengan modal besar untuk mendorong lompatan pembangunan nasional.

Berita Terkait

Waspada Provokator di Balik Aksi BEM UI, Stabilitas Nasional Harus Dijaga
AKBP Boy Jumalolo dan 360 Personel Amankan Kunjungan Wapres Gibran di GenIUS-Expo 2026
Partai Gerindra PAC Kelapa Dua Ikut Meramaikan Acara May Day di Monas Jakarta
Ciderai Demokrasi, Tokoh Lintas Profesi Kecam Ajakan Saiful Mujani Gulingkan Pemerintah Sah
Jasa Raharja Kawal One Way Nasional 2026, Sinergi Lintas Sektor Demi Mudik Aman dan Lancar
Pengembangan Energi di Papua untuk Ketahanan Nasional, Film “Pesta Babi” Sarat Provokasi
Hilirisasi Sawit dan Bauksit Tingkatkan Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia
Presiden Prabowo Perkuat Pembangunan SDM Lewat Sekolah Rakyat Terintegrasi
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:16

Waspada Provokator di Balik Aksi BEM UI, Stabilitas Nasional Harus Dijaga

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:02

AKBP Boy Jumalolo dan 360 Personel Amankan Kunjungan Wapres Gibran di GenIUS-Expo 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:29

Partai Gerindra PAC Kelapa Dua Ikut Meramaikan Acara May Day di Monas Jakarta

Rabu, 8 April 2026 - 11:46

Ciderai Demokrasi, Tokoh Lintas Profesi Kecam Ajakan Saiful Mujani Gulingkan Pemerintah Sah

Kamis, 19 Maret 2026 - 17:18

Jasa Raharja Kawal One Way Nasional 2026, Sinergi Lintas Sektor Demi Mudik Aman dan Lancar

Berita Terbaru