HARIANSINARPAGI.COM, TANGERANG | Pengerjaan proyek peningkatan jalan di Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, kembali menuai sorotan. Proyek senilai Rp99.787.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang dan dilaksanakan oleh CV Nur Adam Barokah itu diduga tidak sesuai standar teknis Bina Marga.
Pantauan di lokasi sebelumnya menunjukkan lapisan dasar berupa agregat atau makadam yang seharusnya dipadatkan sebelum penghamparan aspal hotmix tidak terlihat digunakan. Ketebalan aspal hotmix pun tampak tipis, menimbulkan kekhawatiran jalan tidak akan bertahan lama, terutama jika dilintasi kendaraan berat.
Menanggapi hal tersebut, pihak Kecamatan Curug menegaskan sudah melakukan langkah tindak lanjut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sudah berupaya maksimal, meminta pelaksana memperbaiki proyek, dan pihak pelaksana menyanggupinya,” ujar pengawas Kecamatan Curug, Selasa (16/9/2025).
Pengawas menambahkan, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) juga telah turun ke lokasi untuk memastikan perbaikan berjalan.
“PPTK sudah mendatangi lokasi dan meminta kekurangan volume segera diperbaiki serta digelar ulang. Jika tidak kunjung ada perbaikan, maka anggaran tidak akan dicairkan,” tegasnya.

Ketua Jaringan Pemberantas Korupsi (JPK) DPW Banten, Muslik, menyambut baik klarifikasi pihak kecamatan. Namun ia tetap menekankan pentingnya pengawasan ketat agar tidak ada pelanggaran teknis yang merugikan masyarakat.
“Kami menduga kuat pekerjaan awal jalan ini tidak sesuai spesifikasi. Meski ada upaya perbaikan, kami akan tetap memantau dan menyurati dinas terkait agar proyek ini benar-benar memenuhi standar teknis dan tidak merugikan masyarakat,” ungkap Muslik.
Sementara itu, seorang pekerja di lapangan mengaku hanya mengikuti instruksi pelaksana.
“Saya hanya mengerjakan sesuai arahan. Soal panjang dan lebar jalan ada di papan proyek,” ucapnya singkat.
Dengan nilai proyek yang hampir menembus seratus juta rupiah, publik kini menaruh perhatian besar terhadap kualitas pengerjaan. Perbaikan yang dijanjikan menjadi kunci agar masyarakat benar-benar memperoleh infrastruktur jalan yang layak, bukan sekadar proyek formalitas.
Penulis : Yadi






