HARIANSINARPAGI.COM, Kota Tangerang | Memasuki satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin dan Maryono, berbagai dinamika pembangunan di Kota Tangerang menjadi perhatian publik. Dengan tagline “Bersama Membangun Kota”, kolaborasi antar pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci keberhasilan jalannya roda pemerintahan.
Ferdiansyah Putra dari Tangerang Strategic Indikator menilai perjalanan satu tahun pemerintahan tersebut bukanlah hal yang mudah tanpa kebersamaan dan koordinasi lintas sektor.
“Satu tahun kepemimpinan Bapak Sachrudin–Maryono di Kota Tangerang melalui banyak dinamika. Dengan tagline ‘Bersama Membangun Kota’, tentu sangatlah tidak mudah tanpa kebersamaan, kolaborasi serta koordinasi antar segala lini tingkat pemangku kepentingan,” ujar Ferdiansyah Putra, Minggu (15/02/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kebijakan yang dihadirkan Pemerintah Kota Tangerang harus benar-benar tepat sasaran dan bukan sekadar mengejar popularitas melalui kegiatan simbolis.
“Kebijakan yang dihadirkan oleh Pemerintah Kota Tangerang harus tepat sasaran, bukan hanya sekadar mencapai popularitas yang dikemas dengan berbagai acara yang terkesan simbolis,” tegasnya.
Ia menambahkan, sejak dilantik secara resmi pada 20 Februari 2025 lalu, masyarakat saat ini membutuhkan perhatian dan tindakan nyata dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.
“Di mata masyarakat saat ini yang dibutuhkan adalah perhatian dan tindakan nyata dalam kebijakan,” katanya.
Sosialisasi Program Dinilai Perlu Diperkuat
Ferdiansyah juga menyoroti masih belum optimalnya penyampaian informasi program pemerintah kepada masyarakat. Ia menilai tidak semua warga mengikuti perkembangan melalui media sosial resmi pemerintah.
“Banyak program yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Tangerang dalam keberpihakannya terhadap masyarakat tidak tersampaikan dengan baik, karena tidak semua masyarakat mengikuti perkembangan di media sosial yang disampaikan oleh public relation Pemerintah Kota Tangerang,” ungkapnya.
Ia mendorong adanya penguatan maksimal dalam sosialisasi program hingga ke tingkat RT dan RW, serta optimalisasi peran kelurahan dan kecamatan.
“Perlu adanya penguatan yang maksimal dalam penyampaian sosialisasi program dan kebijakan dari tingkat atas sampai ke tingkat RT dan RW. Kelurahan sebagai penyambung informasi kebijakan dirasa kurang optimal dan kontrol di tingkat kecamatan hanya bersifat administratif,” jelas Ferdiansyah.
Ia juga menilai forum dan lembaga yang ada seharusnya bisa berperan lebih aktif dalam mendukung penyampaian informasi dan pengawasan kebijakan.
Infrastruktur hingga Pangan Jadi Prioritas
Dalam pandangannya, sektor infrastruktur, kesehatan, pendidikan, pekerjaan dan pangan merupakan aspek yang paling berdampingan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Ia menyebut Pemerintah Kota Tangerang telah memprioritaskan sektor tersebut melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dijalankan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Infrastruktur, kesehatan, pendidikan, pekerjaan dan pangan adalah kegiatan yang paling berdampingan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Pemerintah Kota Tangerang mengutamakan prioritasnya terhadap kegiatan tersebut dengan pengalokasian melalui APBD melalui OPD,” ujarnya.
Ferdiansyah berharap, jika seluruh rangkaian kebijakan dan program berjalan secara komprehensif, maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan kembali pulih dan semakin kuat.
“Jika rangkaian ini berjalan secara komprehensif, kepercayaan masyarakat pulih kembali dengan baik. Mandatori masyarakat yang dititipkan kepada pemerintah berjalan dengan lancar, stabilisasi dan harmonisasi akan tercipta dengan baik,” tuturnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk aktif memberikan sumbang saran demi pembangunan Kota Tangerang yang lebih baik.
“Jadikan sumbang saran dan kreasi berpikir masyarakat sebagai input yang bermanfaat untuk menghasilkan output yang berguna bagi pembangunan di Kota Tangerang,” pungkas Ferdiansyah Putra.
Penulis : Supriyadi






