Istri Meninggal Tertimpa Longsor, Prajurit TNI Terus Bertugas Pulihkan Aceh Tamiang

Kamis, 25 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSINARPAGI.COM, Aceh Tamiang | Hujan deras masih mengguyur saat terjadi longsor tak jauh dari markas Kodim 0117 Aceh Tamiang, Aceh, 26 November 2025 sekitar pukul 15:00 WIB. Sebuah rumah tertimpa longsor dan ada seorang ibu terjebak di dalamnya.

Sejumlah prajurit, termasuk Sersan Satu (Sertu) Hamzah Lubis, langsung turun detik itu juga untuk mengeluarkan ibu yang terjebak longsor. Membawa alat seadanya seperti dongkrak dan tembilang, para prajurit langsung mencoba mengevakuasi korban. Korban yang terjepit reruntuhan berhasil dievakuasi sekitar pukul 16:30 WIB dengan keadaan selamat.

Longsor tak hanya menimpa rumah warga. Sejumlah ruas jalan di jalan nasional yang menghubungkan Langkat, Sumatera Utara; dengan Aceh tamiang, Aceh, pun lumpuh. Longsor membuat jalan tak bisa dilewati. Di saat yang sama, air mulai merambat naik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Markas Kodim Tamiang berada di dataran tinggi. Namun, karena ruas jalan tertutup longsor, lokasi itu menjadi terisolasi. Hujan pun semakin deras.

Baca juga:  Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Revolusi Ekonomi Desa dalam Satu Tahun Prabowo–Gibran

Sambil menyusun strategi untuk bisa membuka isolasi jalur nasional yang terputus, Kepala Staf Kodim Tamiang meminta prajuritnya untuk beristirahat dulu. Hamzah yang saat itu turun piket, kembali ke rumahnya yang berada di belakang markas.

Usai salat dan santap malam, Hamzah tak enak kepada rekannya. Meski dia baru saja turun piket, karena banyak tragedi longsor, dia tetap meminta kepada atasannya untuk ikut berjaga. Hamzah lantas pamit ke istri dan kedua anaknya untuk tetap bertugas malam itu.

Almarhumah Lelawani (39), istrinya, sempat protes, “Abang kan baru turun piket. Jadi, tidak balik lagi nanti,” kata Hamzah menirukan ucapan istrinya, ditemui di markas Kodim Aceh Tamiang, Kualasimpang, Senin (22/12).

Pukul 20.10 WIB, Hamzah pun meninggalkan Lelawani dan kedua anaknya, Fersie Bintang Aura Lubis (16) dan Amanda Aqila Lubis (11), untuk kembali bertugas. Sekitar pukul 21:30 WIB, Hamzah mendengar ada bunyi longsor di belakang markas. Dia langsung teringat istri dan kedua anaknya sedang di dalam rumah.

Baca juga:  DPD PWRI Lampung dan LBH PWRI Ucapkan Selamat Berkarya dan Bertugas Seluruh PJU Polda

Hamzah dan sejumlah prajurit yang malam itu sedang berjaga, langsung berlari ke belakang. Jarak dari pos penjagaan ke rumah dinas Hamzah sekitar 100 meter. Begitu tiba, Hamzah mendapati rumahnya sudah hancur tertimpa beton yang jatuh akibat tanah longsor.

“Posisi istri pada saat itu kelihatan, tapi dia kejepit. Nggak bisa ditolong. Saya hanya bisa membacakan doa di telinganya,” kata Hamzah, yang tak bisa berbuat apa-apa karena tak ada alat berat untuk bisa mengangkat beton yang mengimpit istrinya.

Hamzah pun harus merelakan istrinya mengembuskan nafas terakhir dalam impitan beton. Kemudian, sayup-sayup terdengar suara anak pertamanya, Bintang, meminta tolong. “Pak, tolong Bintang.”

Hamzah dan sejumlah prajurit memakai tangan kosong sekuat tenaga mengangkat beton. Mereka hanya bisa mengangkat sedikit, tapi akhirnya bisa mengeluarkan Bintang. Anak itu selamat meski sekujur tubuhnya mengalami luka terkoyak besi dan bongkahan beton.

Baca juga:  Kunjungan Paus ke Indonesia, Tokoh Agama Tegaskan Pentingnya Toleransi dan Perdamaian

Amanda, anak kedua Hamzah, juga selamat karena benturan keras beton membuat dinding rumah di sisi lain terjatuh ke luar. Jadi, Amanda bisa ditolong. Dia juga mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh tanpa ada patah tulang.

Sementara itu, jasad Lelawani, istri Hamzah, baru bisa dievakuasi keesokan paginya setelah alat berat didatangkan ke lokasi. Hamzah hanya bisa pasrah.

Hamzah sebenarnya sudah diminta untuk istrirahat oleh komandannya untuk menenangkan diri. Namun, Hamzah tak bisa bersedih terlalu larut. Tiga hari berselang, Hamzah tetap minta ditugaskan lagi untuk membantu mengevakuasi korban terdampak bencana atau sekadar untuk mengawal penyaluran bantuan.

“Saya punya tanggung jawab. Walaupun tanggung jawab itu tidak diberikan sepenuhnya sama pimpinan,” katanya.

Berita Terkait

Waspada Provokator di Balik Aksi BEM UI, Stabilitas Nasional Harus Dijaga
AKBP Boy Jumalolo dan 360 Personel Amankan Kunjungan Wapres Gibran di GenIUS-Expo 2026
Partai Gerindra PAC Kelapa Dua Ikut Meramaikan Acara May Day di Monas Jakarta
Ciderai Demokrasi, Tokoh Lintas Profesi Kecam Ajakan Saiful Mujani Gulingkan Pemerintah Sah
Jasa Raharja Kawal One Way Nasional 2026, Sinergi Lintas Sektor Demi Mudik Aman dan Lancar
Pengembangan Energi di Papua untuk Ketahanan Nasional, Film “Pesta Babi” Sarat Provokasi
Hilirisasi Sawit dan Bauksit Tingkatkan Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia
Presiden Prabowo Perkuat Pembangunan SDM Lewat Sekolah Rakyat Terintegrasi
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:16

Waspada Provokator di Balik Aksi BEM UI, Stabilitas Nasional Harus Dijaga

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:02

AKBP Boy Jumalolo dan 360 Personel Amankan Kunjungan Wapres Gibran di GenIUS-Expo 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:29

Partai Gerindra PAC Kelapa Dua Ikut Meramaikan Acara May Day di Monas Jakarta

Rabu, 8 April 2026 - 11:46

Ciderai Demokrasi, Tokoh Lintas Profesi Kecam Ajakan Saiful Mujani Gulingkan Pemerintah Sah

Kamis, 19 Maret 2026 - 17:18

Jasa Raharja Kawal One Way Nasional 2026, Sinergi Lintas Sektor Demi Mudik Aman dan Lancar

Berita Terbaru

Pemerintahan

Galian di Rumpin Kian Masif, Pengawasan Dipertanyakan

Sabtu, 1 Agu 2026 - 18:00