HARIANSINARPAGI.COM, Kota Tangerang | Suasana di pusat kota Tangerang lama, yaitu di tugu jam Pasar Lama hingga pelataran Masjid Agung Al-Ittihad tampak lebih semarak dari biasanya. Warna-warni kostum, alunan musik, serta gelak tawa pelajar dan warga menyatu dalam Karnaval Seni dan Budaya yang digelar dalam rangka perayaan menyambut bulan Ramadan sekaligus menyambut HUT ke-33 Kota Tangerang, Sabtu (14/2/2026).
Dari ribuan peserta karnaval, nampak satu rombongan yang menarik perhatian mata. Kolaborasi kostum karnaval yang dikenakan santriwati dari Pondok pesantren (Ponpes) An-Nuqtoh tampak berbeda dan semarak, dari kostum daur ulang sampah plastik hingga nuansa pecinan dengan paduan dominan warna merah cukup melirik mata.
Tak hanya itu, dengan pakaian adat berkain batik sebagian nampak membawa bakul dan tudung dari anyaman bambu sembari membawa miniatur naga. Padahal tema acara sebagai perayaan menyambut gembira bulan Ramadan yang dirayakan umat Islam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keunikan ini menurut guru Pembimbing dari Ponpes An-Nuqtoh, Ponpes yang berlokasi di wilayah Kecamatan Pinang Kota Tangerang ini memang sengaja dibuat dengan mengangkat tema Budaya Kota Tangerang yang beragam.
“Melihat Kota Tangerang sebagai Kota Urban dengan keragaman Budaya, Kami dari Pesantren Annuqtoh memberi nama Kostum Budaya Kota Tangerang, acara hari ini juga kan dalam rangka menyambut hari ulang tahun ke-33 Kota Tangerang.” Terang Aulia, Ustadjah pembimbing peserta Karnaval dari Annuqtoh.

Rute karnaval yang melewati sepanjang jalan Kisamaun di kawasan pusat kuliner Pasar Lama Kota Tangerang, peserta karnaval dari Ponpes Annutoh ini tak menyia-nyiakan kesempatan berfoto di depan salahsatu Klenteng yang berada dalam rute Karnaval.
Nampak konsep perpaduan kostum budaya dan aksesori pecinan tionghoa nampak pas dikenakan para Santriwati yang mengenakan Hijab ini.
Saat ditanyakan persoalan target Juara, menurut Aulia itu bukanlah target utama. Menurutnya yang menjadi prioritas utama adalah kreatifitas para santri selama di Ponpes Annuqtoh bisa ditampilkan dalam perlombaan di tingkat Kota.
“Yang penting semangat anak-anak santri mengikuti lomba, kalah menang urusan rejeki yang akan datang,” tuturnya.
Rangkaian acara yang berpusat di Masjid Al-Ittihad sejak pagi hari ini ramai dipenuhi antusias warga, dari ruwahan di pagi hari yang dihadiri Walikota Tangerang beserta jajaran hingga siang menjelang sore karnaval dimulai.
Karnaval yang dibuka oleh Sekda Kota Tangerang dan Ketua MUI Kota Tangerang didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Ketua PKK dan didampingi Ketua Fatayat NU Kota Tangerang selaku penyelenggara.
Menurut salahsatu panitia penyelenggara, Iman Maulana, total peserta lomba karnaval ada 2000 peserta yang diikuti berbagai tingkat lembaga pendidikan.
“Ada 33 lembaga yang mengikuti perlombaan, acara ini sekaligus mengawali Gebyar Ramadhan Kariim Al-Ittihad,” terang Iman.
Penulis : Supriyadi






