
Tangerang, HARIANSINARPAGI.COM – Proyek pemasangan saluran U-Ditch di lingkungan RT 001 RW 025, Perumahan Dasana Indah, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan dari warga sekitar. Pembangunan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026 ini dinilai berjalan tidak sesuai standar teknis, dan terkesan asal-asalan.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan ini menelan biaya sebesar Rp 149.475.000. Pelaksana pekerjaan CV Langlang Buana Cemerlang dengan jangka waktu penyelesaian selama 21 hari kalender, di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Kecamatan Kelapa Dua. Namun, pengamatan di lapangan menunjukkan sejumlah hal yang memprihatinkan. Saat ditemui awak media, salah satu warga setempat menyampaikan kekecewaannya atas cara pengerjaan yang dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ketua LSM Biaeksekutor terjun langsung dilapangan menemukan sejumlah kejanggalan pada material uditch yg ditemukan banyak yang gompal dan tidak berstandar SNI
“Harusnya kerjaan seperti ini tidak dikerjakan secara asal karena menurut info dari lapangan pemborong ini sudah terbiasa mengerjakan proyek seperti ini harusnya sudah lebih paham standar material yang digunakan dan cara mengerjakannya” Ungkap Dewa ketua LSM bia eksekutor.
“Kami sampaikan ini kepada awak media, pekerjaan ini terlihat sangat asal-asalan. Pemasangan beton U-Ditch justru dilakukan saat air di saluran sedang mengalir deras, padahal seharusnya dikeringkan atau dialihkan terlebih dahulu agar fondasi dapat dibangun dengan kuat. Yang lebih mengkhawatirkan, kami menduga lantai dasar dan lapisan perekat mortar tidak disiapkan sesuai spesifikasi, sehingga beton U-Ditch seolah hanya diletakkan begitu saja di atas tanah,” ujar warga tersebut, Rabu (15/7/2026).
Warga menilai, tanpa lantai dasar yang padat dan pengikat mortar yang layak, struktur saluran tersebut sangat rentan bergeser, miring, hingga rusak dalam waktu singkat.
“Tanpa persiapan yang baik, aliran air nantinya akan menggerus tanah di bawahnya, sehingga fungsi saluran tidak akan berjalan sebagaimana mestinya,” tambahnya.
Selain ketidaksesuaian metode pengerjaan, warga juga menyoroti ketidakhadiran perwakilan pelaksana pekerjaan di lokasi. Selama proses pembangunan berlangsung, tidak terlihat adanya pihak yang bertugas memantau dan memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana.
“Kami belum pernah melihat perwakilan pelaksana ada di lokasi untuk mengawasi jalannya pekerjaan. Siapa yang menjamin kualitas pembangunannya jika tidak ada yang bertanggung jawab di lapangan, Padahal anggaran yang digunakan adalah uang rakyat, sehingga kami berhak mendapatkan hasil yang layak dan sesuai aturan,” tegasnya.
Masyarakat khawatir jika pengerjaan dibiarkan berlanjut tanpa perbaikan, saluran drainase tersebut tidak akan mampu berfungsi optimal menampung aliran air, sehingga risiko genangan dan banjir di lingkungan sekitar tetap mengancam meski anggaran ratusan juta rupiah telah dikeluarkan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana CV Langlang Buana Cemerlang belum dapat dikonfirmasi untuk memberikan tanggapan maupun penjelasan terkait keluhan yang disampaikan warga.
(Red)



