Ramadan di Persimpangan Jalan: Ketika Energi Pemuda Salah Arah

Minggu, 22 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSINARPAGI.COM | Tangerang – Ramadan seharusnya menjadi bulan yang menghadirkan ketenangan, memperkuat iman, serta mempererat kebersamaan keluarga. Namun di sejumlah titik jalanan, suasana malam justru diwarnai deru knalpot balap liar, perang sarung yang membahayakan, hingga petasan yang mengancam keselamatan warga.

Fenomena ini bukan sekadar kenakalan remaja. Lebih dari itu, ada persoalan yang lebih dalam: krisis ruang ekspresi dan pencarian jati diri yang tidak menemukan arah yang tepat.

Sebagai aktivis pemuda, saya memandang peristiwa ini dengan keprihatinan. Anak-anak muda yang turun ke jalan bukanlah musuh masyarakat. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang sedang mencari pengakuan, mencari identitas, dan mencari tempat untuk menyalurkan energi yang meluap.

Energi Besar, Arah yang Salah

Anak muda identik dengan semangat, keberanian, dan dorongan untuk diakui. Dalam sejarah bangsa ini, perubahan besar selalu lahir dari tangan pemuda. Namun energi yang besar tanpa bimbingan dapat berubah menjadi ancaman.

Balap liar bukan hanya soal kecepatan, melainkan pembuktian diri yang keliru.
Perang sarung bukan sekadar permainan tradisional, tetapi bisa berubah menjadi aksi kekerasan.

Petasan bukan sekadar hiburan, tetapi bisa melukai dan merusak.
Yang dipertaruhkan bukan hanya gengsi, tetapi keselamatan jiwa.

Ramadan sejatinya adalah momentum pengendalian diri. Ironis ketika bulan yang mengajarkan kesabaran justru diwarnai aksi-aksi yang mempertaruhkan nyawa.

Peran Keluarga dan Lingkungan

Kita tidak bisa hanya menyalahkan anak-anak. Orang tua adalah garda terdepan dalam pengawasan dan pembinaan. Ketegasan dalam menetapkan jam malam, membatasi penggunaan kendaraan, serta membangun komunikasi yang hangat adalah bentuk kasih sayang yang nyata.

Lingkungan juga memiliki tanggung jawab.Tokoh masyarakat, pemuda, dan aparat setempat perlu bersinergi menciptakan kegiatan positif yang mampu menjadi wadah ekspresi generasi muda. Kegiatan olahraga malam terorganisir, lomba kreativitas Ramadan, bakti sosial, hingga patroli sahur yang edukatif bisa menjadi alternatif yang lebih bermanfaat.

Jangan Tunggu Penyesalan

Setiap malam Ramadan seharusnya menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan keluarga. Jangan sampai takbir kemenangan di hari raya nanti diiringi tangis penyesalan akibat kelalaian kita hari ini.

Pemuda bukan ancaman. Mereka adalah harapan. Namun harapan itu harus diarahkan, dibimbing, dan diberikan ruang yang benar.

Ramadan adalah bulan kemenangan melawan hawa nafsu, bukan bulan adu keberanian di jalanan. Sudah saatnya kita bergerak bersama—keluarga, masyarakat, dan pemuda itu sendiri—untuk mengembalikan marwah bulan suci sebagai bulan kedamaian dan keselamatan.

Karena masa depan bangsa ini tidak boleh dipertaruhkan di atas aspal jalanan.

Baca juga:  Pendidikan Tinggi: Kunci Masa Depan Cerah dan Kemajuan Bangsa

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penulis : Red

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Nasi Goreng Sederhana, Sajian Praktis untuk Keluarga
Pilihan Sulit Warga Karawaci: Naik KRL Kena Gencet, Naik Bus Kena Macet
Legenda Nyi Roro Kidul: Sang Putri dari Pantai Selatan
Pendidikan Tinggi: Kunci Masa Depan Cerah dan Kemajuan Bangsa
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 19:00

Ramadan di Persimpangan Jalan: Ketika Energi Pemuda Salah Arah

Sabtu, 1 Februari 2025 - 12:00

Nasi Goreng Sederhana, Sajian Praktis untuk Keluarga

Rabu, 29 Januari 2025 - 11:47

Pilihan Sulit Warga Karawaci: Naik KRL Kena Gencet, Naik Bus Kena Macet

Sabtu, 4 Januari 2025 - 21:14

Legenda Nyi Roro Kidul: Sang Putri dari Pantai Selatan

Selasa, 10 Desember 2024 - 23:10

Pendidikan Tinggi: Kunci Masa Depan Cerah dan Kemajuan Bangsa

Berita Terbaru

Peristiwa

Atap Ambruk, Warga Curug Kulon Terlantar Menunggu Bantuan

Senin, 13 Apr 2026 - 00:17