Pengelolaan Anggaran Kecamatan Jambe Diduga Tidak Transparan, NGO JPK Desak Audit Independen

Jumat, 3 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSIANARPAGI.COM, TANGERANG | Muslik, S.Pd., Ketua NGO Non Goverment Organization Jaringan Pemberantasan korupsi (NGO JPK) DPW Banten mengkritik pengelolaan anggaran di Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan segera mengirimkan surat resmi kepada Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk meminta audit menyeluruh terkait dugaan ketidaksesuaian dalam pengadaan barang di kecamatan tersebut.

Anggaran pengadaan barang di Kecamatan Jambe tahun ini tercatat sebesar Rp126 juta. Namun, sejumlah pengeluaran yang tercatat diduga tidak sesuai dengan alokasi anggaran, dan kurang transparan. Beberapa item pengadaan yang menjadi sorotan antara lain pengadaan tablet senilai Rp23 juta, CCTV Rp32 juta, dispenser Rp27 juta, dan barang habis pakai senilai Rp44 juta.

Baca juga:  Satu Dari Tiga Pekerjaan Pemeliharaan Jalan Provinsi Wilayah Kota Tangerang Dipertanyakan

Muslik menyampaikan hal ini setelah mengikuti audiensi yang digelar pada Kamis, 2 Januari 2025. Dalam audiensi tersebut, Camat Jambe dan Sekcam tidak hadir, sementara hanya dua pegawai kecamatan yang hadir. Muslik menilai absennya pejabat kecamatan tersebut merupakan sikap menghindar dari pertanyaan terkait pengelolaan anggaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama audiensi, pihak kecamatan hanya dapat menunjukkan empat unit dispenser dan beberapa unit CCTV. Sedangkan untuk pengadaan tablet senilai Rp23 juta, pihak kecamatan mengklaim barang tersebut sedang dibawa oleh Camat Jambe yang tengah berada di luar kantor. Selain itu, pengadaan barang habis pakai senilai Rp44 juta hanya menampilkan lemari kecil dan beberapa tumpukan kertas, yang jauh dari nilai anggaran yang telah dialokasikan.

Baca juga:  Pelaksana Balon Sejagat Harap Betonisasi Jalan di Daru Indah Jadi Manfaat Nyata Bagi Warga

“Dengan anggaran sebesar itu, hasilnya hanya lemari kecil dan beberapa kertas? Kami akan segera mengirimkan surat resmi kepada instansi terkait untuk memastikan audit dilakukan secara menyeluruh,” ujar Muslik.

Muslik menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran pemerintah. “Anggaran ini berasal dari pajak rakyat. Keterbukaan sangat diperlukan untuk menghindari kecurigaan publik,” tambahnya.

Seorang mahasiswa dari universitas di Serang yang turut hadir dalam audiensi juga menyampaikan keprihatinannya. Meskipun pengadaan barang dilakukan melalui aplikasi katalog elektronik (e-katalog), ia menekankan bahwa mekanisme ini tetap memerlukan pengawasan ketat untuk mencegah penyimpangan.

Baca juga:  Bupati Tangerang Dan PIK Bersatu Untuk Membangun Kesejahteraan Masyarakat

“E-katalog tidak sepenuhnya menjamin transparansi. Pengawasan yang ketat tetap diperlukan untuk memastikan penggunaannya sesuai aturan,” ungkap mahasiswa tersebut.

NGO JPK berharap agar Inspektorat dan BPK segera melakukan audit independen untuk memastikan bahwa penggunaan anggaran di Kecamatan Jambe sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Muslik menekankan bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah kunci utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. (Red)

Berita Terkait

Galian di Rumpin Kian Masif, Pengawasan Dipertanyakan
Proyek Turap di Pasir Bolang Disorot, Papan Proyek Baru Dipasang Setelah Jadi Temuan Awak Media
Proyek Saluran U-Ditch di Desa Pagedangan Disorot, Pekerja Diduga Abaikan Standar K3
Proyek Balai Warga Serdang Asri 3 Tuai Sorotan
Penataan Sekretariat RW 09 Bojong Nangka Jadi Sorotan, Diduga Tanpa Papan Proyek dan Abaikan K3
Proyek Paving Block Rp99 Juta di Desa Ciakar Disorot, Diduga Abaikan Standar Teknis dan Pengawasan
Proyek Pembangunan Saluran U-Ditch di Kampung Dangdang Disorot, Pekerja Diduga Tidak Menggunakan APD K3
Reses DPRD Banten, Rispanel Arya Ajak Masyarakat Aktif Kawal Program Pemerintah
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:00

Galian di Rumpin Kian Masif, Pengawasan Dipertanyakan

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:15

Proyek Turap di Pasir Bolang Disorot, Papan Proyek Baru Dipasang Setelah Jadi Temuan Awak Media

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:57

Proyek Balai Warga Serdang Asri 3 Tuai Sorotan

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:12

Penataan Sekretariat RW 09 Bojong Nangka Jadi Sorotan, Diduga Tanpa Papan Proyek dan Abaikan K3

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:00

Proyek Paving Block Rp99 Juta di Desa Ciakar Disorot, Diduga Abaikan Standar Teknis dan Pengawasan

Berita Terbaru

Pemerintahan

Galian di Rumpin Kian Masif, Pengawasan Dipertanyakan

Sabtu, 1 Agu 2026 - 18:00