Tragedi Leuwigajah, Sejarah Kelam di Balik Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional

Jumat, 21 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSINARPAGI.COM | Tepat dua dekade telah berlalu sejak tragedi memilukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, yang merenggut 157 nyawa. Pada 21 Februari 2005 dini hari, longsoran sampah akibat akumulasi gas metan menimbun dua desa, Cilimus dan Pojok, saat warga tengah tertidur lelap.

Peristiwa tragis ini menjadi latar belakang ditetapkannya 21 Februari sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), sebagai pengingat akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik untuk mencegah bencana serupa.

Langkah Pemerintah dalam Pengelolaan Sampah

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di era pemerintahan Presiden Prabowo, pengelolaan sampah menjadi fokus utama Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) yang dipimpin oleh Dr. Hanif Faisol Nurofiq. Sejak awal masa kerja KLH pada November 2024, pengawasan terhadap TPA di Indonesia mengalami peningkatan signifikan.

Baca juga:  Mahasiswa dan Komite Suara Sipil Tolak Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional

Sebanyak 306 kepala daerah telah menerima peringatan karena masih mengoperasikan TPA dengan sistem open dumping. Bahkan, salah satu kepala dinas daerah telah ditetapkan sebagai tersangka karena kelalaian dalam pengelolaan sampah. KLH menegaskan bahwa pengelolaan sampah seharusnya menggunakan metode sanitary landfill atau minimal controlled landfill.

Selain itu, berbagai TPA liar di sejumlah daerah telah disegel oleh kementerian sebagai langkah tegas dalam menertibkan pengelolaan sampah yang lebih baik.

Baca juga:  Granat Tua Ditemukan di Kali Curug Wetan, Diduga Sisa Perang Zaman Kolonial

Regulasi Baru untuk Penanganan Sampah

Saat ini, KLH tengah menyusun regulasi baru guna menyelesaikan permasalahan sampah, termasuk pengelolaan sampah makanan oleh pelaku usaha dan alokasi dana desa untuk pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga.

Menurut data KLH, timbulan sampah nasional pada tahun 2023 mencapai 56,63 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, hanya 39,01% atau sekitar 22,09 juta ton yang berhasil dikelola, sementara sisanya belum tertangani dengan baik. Kondisi TPA di Indonesia juga masih memprihatinkan, dengan 306 daerah atau 54,44% masih menggunakan sistem open dumping.

Peran Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah

Baca juga:  Gubrak!! Mobil Truk Fuso Ringsek Parah Menabrak Pembatas Jalan Gegara Rem Blong

Selain peran pemerintah, masyarakat juga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah. Masyarakat diimbau untuk membuang sampah pada tempatnya dan turut mengawasi penanganan sampah di lingkungan sekitar. Jika ditemukan adanya pelanggaran, terlebih masih banyaknya pembuangan sampah liar, masyarakat dapat melaporkannya melalui pihak terkait atau langsung ke nomor WhatsApp pengaduan resmi Gakkum KLHK di +62 811 1043 994.

Peringatan HPSN 2025 diharapkan menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan dan berperan aktif dalam mengatasi permasalahan sampah demi masa depan yang lebih bersih dan sehat.

Penulis : Supriyadi

Berita Terkait

Mencekam di Jalan Nagrog! Tiga Remaja Diduga Dikejar Kawanan Bercelurit, Motor Ditinggalkan untuk Selamatkan Nyawa Malah Raib
Bawa Nama SMAN 32, KBM Akui Legalitas Masih Dalam Proses
Bantu Mediasi Kasus Kecelakaan, Pimpinan Redaksi BantenNet Diduga Jadi Korban Penganiayaan di Serpong
Diduga Dipukul dengan Helm, Dua Warga Curug Jadi Korban Pengeroyokan Oknum Matel
Muncul Klaim Aset TNI AD dalam Surat BPN, Warga Rancagong Pertanyakan Legalitasnya
Geger Pasar Kemis! Wanita Muda Ditemukan Tewas Tergantung di Dalam Kontrakan, Warga Sempat Mengira Pocong
Heboh Tawuran Remaja di Curug Wetan, Satu Remaja Luka Akibat Sajam, Polisi Amankan Sejumlah Terduga Pelaku
Ramai di Internet, Polisi Curug Ungkap Fakta Sebenarnya di Balik Video Viral
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 02:15

Mencekam di Jalan Nagrog! Tiga Remaja Diduga Dikejar Kawanan Bercelurit, Motor Ditinggalkan untuk Selamatkan Nyawa Malah Raib

Sabtu, 13 Juni 2026 - 00:16

Bawa Nama SMAN 32, KBM Akui Legalitas Masih Dalam Proses

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:53

Bantu Mediasi Kasus Kecelakaan, Pimpinan Redaksi BantenNet Diduga Jadi Korban Penganiayaan di Serpong

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:55

Diduga Dipukul dengan Helm, Dua Warga Curug Jadi Korban Pengeroyokan Oknum Matel

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:48

Muncul Klaim Aset TNI AD dalam Surat BPN, Warga Rancagong Pertanyakan Legalitasnya

Berita Terbaru

Pemerintahan

Galian di Rumpin Kian Masif, Pengawasan Dipertanyakan

Sabtu, 1 Agu 2026 - 18:00