Proyek Hotmix CV Reva di Cikupa Disorot: Diduga Kurangi Volume, Warga Ancam Laporkan Resmi

Senin, 5 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSINARPAGI.COM, TANGERANG | Proyek pengaspalan hotmix di Kampung Pengkolan, Desa Sukanagara, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, disorot tajam publik. Proyek yang digarap oleh CV Reva diduga kuat tidak sesuai spesifikasi teknis, termasuk indikasi pengurangan volume yang berpotensi merugikan negara.

Menindaklanjuti laporan media dan aduan masyarakat, pihak Kecamatan Cikupa melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pada Senin, 5 Mei 2025. Melalui perwakilan lapangan, perwakilan Camat Cikupa menegaskan bahwa pelaksana wajib melakukan perbaikan bila terbukti terjadi pelanggaran teknis.

Baca juga:  ‎Proyek Hotmix "Siluman" di Komplek PUPR Kelapa Dua Tanpa Papan Informasi Dan Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi‎

“Saya berharap pihak pelaksana segera memperbaiki hotmix ini apabila memang tidak sesuai dengan standar teknis maupun ketebalan,” tegasnya di hadapan awak media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari pihak pelaksana, Ruslan selaku perwakilan CV Reva mengakui bahwa proyek masih dalam masa pemeliharaan dan menyatakan kesiapannya untuk melakukan perbaikan.

Baca juga:  proyek pemagaran makam di desa panongan disorot, pelaksana diduga abaikan k3 dan pengawasan

“Iya, nanti akan kami perbaiki kembali. Proyek ini memang ada masa pemeliharaan,” ujar Ruslan singkat.

Namun pernyataan itu tak cukup meredam kekecewaan warga. Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya meminta agar proyek diulang dari awal bila terbukti menyimpang dari Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Baca juga:  Debitur Laporkan BFI Finance Cabang Balaraja ke Polisi, Didampingi Lembaga Pelopor sebagai Kuasa Hukum

“Kalau memang tidak sesuai RAB, saya minta proyek ini digelar ulang saja,” katanya geram.

Ia juga menyatakan akan mengirim surat resmi kepada instansi terkait jika tidak ada tindakan tegas. “Sebagai masyarakat, saya punya hak mengawasi setiap kegiatan yang dibiayai dari uang negara,” pungkasnya.

Berita Terkait

Maulud Nabi Majelis Hubburosul di Markas Majelis Hubborosul Kota Tangerang
DPD FPI Banten Gelar Pengajian Bulanan di Rajeg, Hadirkan Sejumlah Ulama dan Tokoh Nasional
Semarak HUT Ke-81 RI, Kelurahan Curug Kulon Gelar Turnamen Futsal dan Badminton Antar-RW
Proyek Paving Block Di Kampung Palasari Menuai Sorotan Para Awak Media
Kelas Baking UMKM Merah Putih PWDPI Dibuka, 50 Peserta Siap Berkarya Dan Berwirausaha
Somasi Tak Digubris, PT UBM Akan Datangi PT HPP Terkait Dugaan Penyalahgunaan Identitas Perusahaan
Semangat Nasionalisme Menggema, HCM Ajak Warga Curug Kulon Kibarkan Merah Putih Selama Bulan Kemerdekaan
ADR Group Bersama Puskesmas Curug Dalam Program Dukung Indonesia Emas, Latih 40 Kader Posyandu Desa Kadu Jaya Kuasai 25 Keterampilan Dasar
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:43

Maulud Nabi Majelis Hubburosul di Markas Majelis Hubborosul Kota Tangerang

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:05

DPD FPI Banten Gelar Pengajian Bulanan di Rajeg, Hadirkan Sejumlah Ulama dan Tokoh Nasional

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:47

Semarak HUT Ke-81 RI, Kelurahan Curug Kulon Gelar Turnamen Futsal dan Badminton Antar-RW

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:11

Proyek Paving Block Di Kampung Palasari Menuai Sorotan Para Awak Media

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:45

Somasi Tak Digubris, PT UBM Akan Datangi PT HPP Terkait Dugaan Penyalahgunaan Identitas Perusahaan

Berita Terbaru

Pemerintahan

Galian di Rumpin Kian Masif, Pengawasan Dipertanyakan

Sabtu, 1 Agu 2026 - 18:00