Aktivis Pemuda Kritik Tim Seleksi Non ASN Dinkes Kota Tangerang: “Ngurus Seleksi Aja Gak Beres-Beres”

Rabu, 29 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSINARPAGI.COM | Kota Tangerang — Proses seleksi penerimaan pegawai non ASN di lingkungan BLUD UPT Dinas Kesehatan Kota Tangerang kembali menjadi sorotan. Pasalnya, tim seleksi dijadwalkan membuka tahapan wawancara kedua untuk pemenuhan formasi pada Kamis (30/10/2025) mendatang.

Tahapan wawancara kedua ini menuai tanggapan dari aktivis pemuda Kota Tangerang, Uis Adi Dermawan. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan ketidakbecusan tim seleksi dalam menjalankan proses rekrutmen pegawai non ASN.

“Saya heran ngurus seleksi penerimaan pegawai non ASN aja gak beres-beres. Ini sekelas instansi kedinasan loh, kok seperti tidak punya perencanaan dan manajemen kepegawaian yang baik. Sebenarnya punya juklak-juknis gak sih seleksi ini?” ucap Uis bertanya-tanya.

Menurut Uis, munculnya wawancara tahap kedua justru menimbulkan banyak pertanyaan publik. Sebab, tim seleksi sebelumnya telah melaksanakan wawancara kepada peserta dengan nilai tertinggi dan/atau nilai yang sama sesuai kuota formasi.

“Inilah yang saya kritisi sejak awal. Seharusnya semua peserta punya hak untuk ikut wawancara atau punya sistematik hitungan berapa peserta yang harus diwawancara, bukan hanya nilai tertinggi dan/atau nilai yang sama berdasarkan kuota formasi yang dilamar. Sehingga ketika ada yang tidak hadir atau mengundurkan diri, ada peserta pengganti tanpa perlu wawancara kedua,” papar Uis.

Aktivis yang akrab disapa Bung Uis itu juga mempertanyakan adanya peserta yang dinyatakan gugur meski sudah melalui tahapan seleksi dengan nilai cukup tinggi.

“Tapi tiba-tiba dinyatakan gugur karena tidak memenuhi kualifikasi. Kalau begitu harusnya tidak lolos sedari awal. Tapi kenapa bisa lolos administrasi, tes CAT sampai wawancara? Kalau sudah begini banyak menimbulkan kecurigaan dan persepsi negatif terhadap proses seleksi yang sedang berlangsung,” tegasnya.

Lebih lanjut, Uis juga menyoroti mekanisme wawancara yang dilakukan oleh Kepala Puskesmas atau Kepala TU tempat pelamar mendaftar. Ia menilai seharusnya tahapan wawancara dilakukan langsung oleh tim seleksi, sementara pihak RSUD atau Puskesmas cukup menerima hasil akhir peserta yang lulus.

“Apa kapabilitas kepala puskesmas melaksanakan wawancara, kan ada Timsel. Belum lagi kita temukan hasil tes CAT peserta yang keluar dengan yang diumumkan berbeda nilainya. Tolong lah seleksi ini dilakukan fair sehingga tidak merugikan yang lain dan mencederai proses seleksi,” tutur Uis.

Uis berharap proses seleksi penerimaan pegawai non ASN di lingkup BLUD UPT Dinas Kesehatan Kota Tangerang bisa berjalan profesional, adil, dan transparan agar menghasilkan pegawai yang benar-benar kompeten dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penulis : Supriyadi

Berita Terkait

Proyek Hotmix Legok Disorot, Temuan Lapangan Jadi Sorotan
Tersenyum di Tengah Kesulitan: Pemdes Pesar Salurkan 240 Paket Sembako
Taman Ekspresi Semakin Semrawut, Tiang WiFi Roboh Dibiarkan
Dugaan Bangunan Tanpa Izin di Klp Indah Jadi Sorotan Warga
Skandal Gapura Puspem Tangerang: Proyek Rp 197 Juta Diduga Bayar Gaji Mandek dan Pakai Gas Subsidi!
Taman Pisang Semakin Bersih, Warga Kota Tangerang Sampaikan Aspirasi Agar Taman Kota Makin Nyaman
Proyek APBD Rp399 Juta Minim Pengawasan, Mutu Dipertanyakan
Kegiatan Dinas Ketahanan Pangan Bersama Walikota Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 22:46

Proyek Hotmix Legok Disorot, Temuan Lapangan Jadi Sorotan

Jumat, 28 November 2025 - 14:23

Tersenyum di Tengah Kesulitan: Pemdes Pesar Salurkan 240 Paket Sembako

Selasa, 25 November 2025 - 11:00

Taman Ekspresi Semakin Semrawut, Tiang WiFi Roboh Dibiarkan

Senin, 24 November 2025 - 21:27

Dugaan Bangunan Tanpa Izin di Klp Indah Jadi Sorotan Warga

Senin, 24 November 2025 - 14:52

Skandal Gapura Puspem Tangerang: Proyek Rp 197 Juta Diduga Bayar Gaji Mandek dan Pakai Gas Subsidi!

Berita Terbaru