HARIANSINARPAGI.COM, TANGERANG | Pemerintah Kecamatan Curug kembali menggelar kegiatan pengajian rutin bulanan yang kali ini dirangkaikan dengan santunan anak yatim. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dilaksanakan pada Februari 2026 dan diikuti sekitar 70 anak yatim dari seluruh desa dan kelurahan se-Kecamatan Curug.
Dalam kegiatan tersebut, masing-masing desa dan kelurahan diminta mengirimkan sekitar 10 anak yatim, sehingga jumlah penerima santunan secara keseluruhan mencapai kurang lebih 70 orang. Kegiatan santunan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bentuk kepedulian sosial pemerintah kecamatan terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Kegiatan pengajian ini merupakan agenda rutin Kecamatan Curug. Alhamdulillah, pada bulan Februari ini kami dapat sekaligus mengadakan santunan anak yatim. Mudah-mudahan kegiatan santunan ini dapat terus berjalan ke depannya,” ujar Camat Curug.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara tersebut turut dihadiri oleh para kepala desa, lurah, Ketua MUI Kecamatan Curug, tokoh agama, serta unsur masyarakat lainnya. Selain memperkuat nilai-nilai keagamaan, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.
Tak hanya itu, pengajian dan santunan ini juga sejalan dengan upaya peningkatan sarana dan prasarana pelayanan publik, serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam menciptakan lingkungan kecamatan yang lebih baik dan humanis.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Curug, Adi Humaidi, menambahkan bahwa kegiatan pengajian dan santunan tersebut juga menjadi bentuk tasyakuran atas selesainya penataan stadion Kecamatan Curug.
“Acara ini sekaligus tasyakuran karena stadion Kecamatan Curug sudah selesai dan tertata rapi. Semoga ke depan, ajang silaturahmi seperti ini terus berlanjut. Alhamdulillah, santunan ini juga menjadi bukti bahwa kita bisa saling berbagi dengan sesama,” ujar Adi.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Kecamatan Curug berharap nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta semangat berbagi dapat terus tumbuh dan menguat di tengah masyarakat.
Editor : Mul






