PT PGN Tbk Siapkan Pengembangan Jargas untuk Dukung Energi Bersih di IKN

Rabu, 31 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSINARPAGI.COM, Jakarta | PT PGN Tbk, sebagai Subholding Gas PT Pertamina (Persero), menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan program jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kawasan Inti Pusat Pemerintah (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini dilakukan sebagai dukungan dalam penyediaan energi bersih di IKN, (31/01/2024).

Direktur Sales & Operasi PGN, Ratih Esti Prihatini, menyampaikan bahwa PGN siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membangun IKN, khususnya dalam hal pembangunan infrastruktur gas bumi. PGN juga menegaskan kesiapannya untuk menjadi bagian dari solusi pemanfaatan energi bersih di IKN dan memperluas pemanfaatan gas bumi untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau.

Baca juga:  Apple Vision Pro Di Bandrol Rp55jt

Pemerintah telah menugaskan Pertamina sebagai Holding Migas untuk membangun jargas di KIPP IKN, dengan PGN sebagai Subholding Gas yang bertanggung jawab pelaksanaannya. Jargas ini akan dimanfaatkan di rumah dinas menteri hingga pegawai di IKN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada tahap awal, sambungan jargas di IKN akan disiapkan untuk 166 menara hunian aparatur sipil negara (ASN) dan 34 rumah tapak menteri. Pengembangan jargas ini direncanakan secara bertahap dan akan mencakup berbagai tipe bangunan, termasuk rumah dinas, komersial, gedung pemerintahan, dan fasilitas lainnya.

Baca juga:  Soal Revitalisasi Pasar Anyar, Pengamat Kebijakan Publik Bilang Pemkot Tangerang Harus Berkorban

Pipa distribusi gas bumi akan ditempatkan dalam multi utility tunnel (MUT) yang akan dibangun oleh Kementerian PUPR. Gas bumi akan disuplai menggunakan compressed natural gas (CNG) dari Balikpapan atau Bontang di Kalimantan Timur.

Ratih menjelaskan bahwa konstruksi lapangan sudah dimulai dan diharapkan selesai pada Juni 2024. Langkah ini didasari oleh visi penyediaan energi bersih di IKN dan kebijakan IKN yang mengedepankan campuran gas alam dengan hidrogen sebagai sumber gas kota.

PGN juga berkomitmen untuk terus mengembangkan portofolio di wilayah Kalimantan Timur, mencakup pengelolaan penyaluran gas melalui pipa transmisi gas bumi Senipah-Balikpapan sepanjang 78 km. Jaringan distribusi baru akan menghubungkan IKN dengan pipa Senipah-Balikpapan, mendukung penyaluran gas yang lebih andal.

Baca juga:  Rupiah Layu ke Rp15.618 di Awal Pekan

Selain itu, PGN juga fokus pada pengembangan infrastruktur CNG dan LNG untuk ritel guna menyalurkan gas ke wilayah Kalimantan Timur. PGN berkomitmen mendukung penyediaan gas bumi yang andal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut serta berkolaborasi dengan otoritas IKN dan stakeholder lainnya dalam mengembangkan energi bersih gas bumi di IKN.

Penulis : Red

Berita Terkait

Agak Lain, Aksi May Day Menuntut Kesejahteraan Buruh di Tangerang Malah Disambut Begini
Pakalolo Boots Berbagi Kebahagiaan bersama Anak-anak dan Penyapu Jalan
Mobil Terbang Vela Alpha Siap Dikembangkan di Indonesia
Apple Vision Pro Di Bandrol Rp55jt
Perjalanan KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Normal Lagi Usai Sempat Tertahan
Rupiah Layu ke Rp15.618 di Awal Pekan
Soal Revitalisasi Pasar Anyar, Pengamat Kebijakan Publik Bilang Pemkot Tangerang Harus Berkorban
CEO Alibaba Konsolidasikan Kendali Bisnis Inti dengan Peran e-Commerce Baru
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Mei 2024 - 12:06

Agak Lain, Aksi May Day Menuntut Kesejahteraan Buruh di Tangerang Malah Disambut Begini

Senin, 1 April 2024 - 14:44

Pakalolo Boots Berbagi Kebahagiaan bersama Anak-anak dan Penyapu Jalan

Senin, 26 Februari 2024 - 13:13

Mobil Terbang Vela Alpha Siap Dikembangkan di Indonesia

Senin, 5 Februari 2024 - 05:49

Apple Vision Pro Di Bandrol Rp55jt

Rabu, 31 Januari 2024 - 02:05

PT PGN Tbk Siapkan Pengembangan Jargas untuk Dukung Energi Bersih di IKN

Rabu, 31 Januari 2024 - 01:58

Perjalanan KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Normal Lagi Usai Sempat Tertahan

Senin, 22 Januari 2024 - 05:12

Rupiah Layu ke Rp15.618 di Awal Pekan

Sabtu, 6 Januari 2024 - 00:40

Soal Revitalisasi Pasar Anyar, Pengamat Kebijakan Publik Bilang Pemkot Tangerang Harus Berkorban

Berita Terbaru