HARIANSINARPAGI.COM | Kabupaten Tangerang – Aksi dugaan kejahatan jalanan kembali menghantui masyarakat Kabupaten Tangerang. Kali ini, tiga remaja harus mengalami detik-detik mencekam setelah diduga dikejar sekelompok pemuda bersenjata tajam saat melintas di kawasan Jalan Nagrog, Desa Curug Wetan, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.
Bukan sekadar ancaman dan intimidasi, peristiwa yang terjadi pada Jumat dini hari (6/11/2026), sekitar pukul 02.00 WIB itu berujung hilangnya sepeda motor milik korban yang terpaksa ditinggalkan demi menyelamatkan diri.
Peristiwa tersebut diduga melibatkan enam orang pemuda yang menggunakan dua sepeda motor jenis matic, masing-masing kendaraan ditumpangi tiga orang. Mereka diduga mengejar ketiga remaja berinisial BR, F, dan AB yang baru saja pulang setelah makan di Mie Gacoan.
DIKEJAR, DILEMPARI BOTOL, HINGGA DIACUNGI CELURIT
Berdasarkan keterangan salah satu korban, teror tersebut mulai dirasakan ketika mereka meninggalkan lokasi Mie Gacoan. Perjalanan pulang yang semula berjalan biasa mendadak berubah menjadi kepanikan setelah mereka menyadari sedang diikuti sejumlah pemuda.
Situasi semakin menegangkan ketika tiba di samping pabrik kaca, kawasan Jalan Nagrog. Para korban mengaku dilempari botol dan diancam menggunakan senjata tajam jenis celurit.
“Kami diikuti pas keluar dari toko Mie Gacoan. Kami dilempari botol dan diacungi celurit. Pas di samping pabrik kaca, kami pun panik dan berusaha menyelamatkan diri. Sampai-sampai motor kami tinggal karena harus menyelamatkan diri dengan berlari ke rumah warga,” ungkap salah satu korban yang dibonceng.
Dalam situasi yang mengancam keselamatan, ketiga remaja tersebut akhirnya memilih meninggalkan kendaraan dan berlari mencari perlindungan ke rumah warga.
NYAWA BERHASIL DISELAMATKAN, MOTOR JUSTRU RAIB
Namun, persoalan tidak berhenti sampai di situ. Ketika para korban berusaha menyelamatkan diri, sepeda motor yang ditinggalkan justru dilaporkan dibawa kabur oleh kelompok tersebut.
Kendaraan yang semula ditinggalkan karena situasi darurat itu kini menjadi kerugian materiil bagi para korban. Nilai kerugian ditaksir mencapai belasan juta rupiah.
Beruntung, ketiga remaja tersebut berhasil menyelamatkan diri. Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini.
Meski demikian, dugaan pengejaran, pelemparan botol, pengacungan celurit, hingga hilangnya kendaraan bermotor merupakan rangkaian peristiwa serius yang perlu mendapat perhatian aparat penegak hukum.
JALAN NAGROG BUTUH PERHATIAN SERIUS!
Kejadian ini memunculkan pertanyaan besar mengenai keamanan masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hingga dini hari.
Jalan yang seharusnya menjadi akses aman bagi masyarakat justru diduga menjadi lokasi aksi intimidasi dan pencurian kendaraan bermotor.
Warga berharap Polsek Curug, Polres Tangerang Selatan, segera memberikan perhatian serius dengan menelusuri kejadian tersebut, mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat, serta meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan, khususnya kawasan Jalan Nagrog dan sekitarnya.
Aparat juga diharapkan menelusuri kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang jalur yang dilalui para korban untuk membantu mengungkap kronologi dan mengidentifikasi kendaraan maupun orang-orang yang diduga terlibat.
BELUM ADA LAPORAN RESMI, POLISI DIHARAPKAN TETAP TELUSURI INFORMASI
Ironisnya, hingga berita ini diterbitkan, berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, para korban belum membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian.
Kendati demikian, informasi mengenai dugaan tindak pidana tersebut diharapkan dapat menjadi bahan perhatian dan penelusuran awal aparat kepolisian.
Apabila dugaan pengancaman dengan senjata tajam dan pengambilan kendaraan secara melawan hukum terbukti, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Jangan sampai masyarakat merasa harus mempertaruhkan keselamatan nyawa hanya untuk bisa pulang ke rumah dengan aman.
Hariansinarpagi.Com akan terus mengawal perkembangan informasi ini dan membuka ruang konfirmasi kepada Polsek Curug maupun pihak-pihak terkait demi menghadirkan pemberitaan yang berimbang, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Catatan Redaksi: Identitas pihak yang diduga terlibat serta dugaan keterkaitan dengan kelompok geng motor masih harus dibuktikan melalui penyelidikan kepolisian. Seluruh pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT






