Proyek Drainase di Kota Tangerang Diduga Telantarkan Pekerja, Warga Desak Pemkot Evaluasi Kontraktor

Jumat, 18 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSINARPAGI.COM, KOTA TANGERANG – Nasib para pekerja proyek drainase di RW 07, Kelurahan Periuk Jaya, Kota Tangerang, menuai sorotan tajam. Proyek yang dibiayai melalui APBD Kota Tangerang senilai Rp344.298.000,- itu ternyata belum membayarkan upah para tukangnya, hingga membuat masyarakat sekitar harus turun tangan membantu.

Akibat keterlambatan pembayaran tersebut, warga setempat terpaksa bergotong royong memberikan makan kepada para pekerja agar pekerjaan drainase tetap berjalan.

Salah satu perwakilan warga, Sugandi yang juga menjabat Ketua Forum RW Periuk Jaya, angkat bicara dengan tegas terkait kondisi tersebut.
“Ini bukan sekadar soal pekerjaan, tapi menyangkut keadilan dan nilai kemanusiaan. Para tukang sudah bekerja keras di lapangan, namun hak mereka justru diabaikan. Warga yang akhirnya turun tangan membantu memberi makan mereka,” ujar Sugandi, Jumat (18/7/2025).

Lebih memprihatinkan lagi, warga mengungkapkan bahwa para pekerja dalam proyek drainase itu sudah berganti.
“Ini beda tukangnya, yang kemarin juga sepertinya ga dibayar jadi berhentilah,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Sugandi membenarkan hal tersebut. Ia menyebut perwakilan kontraktor pelaksana, CV. Ananta Abadi Semesta, sulit dihubungi dan tidak pernah terlihat di lokasi proyek. Kondisi itu membuat komunikasi nyaris mustahil dilakukan, sementara pekerjaan tetap berjalan tanpa kepastian bagi para pekerja.

Baca juga:  LPI Tantang Menteri Desa untuk Audit Total: Buktikan Transparansi Pengelolaan Dana Desa

Ketua Forum RW tersebut mengungkapkan telah melaporkan kondisi ini kepada berbagai instansi terkait, mulai dari Lurah Periuk Jaya, Camat Periuk, Dinas PUPR Kota Tangerang, anggota DPRD, hingga Wakil Wali Kota.

Setelah adanya laporan, kontraktor pelaksana akhirnya mulai membayarkan sebagian hak para pekerja.
“Alhamdulillah, ada tanggapan, meskipun belum seluruhnya dibayarkan. Tapi ini menjadi catatan penting agar pemerintah mengevaluasi pelaksanaan proyek ini dan tidak lagi menunjuk kontraktor yang abai terhadap pekerja,” kata Sugandi.

Baca juga:  Antisipasi Kejahatan, Ditsamapta Polda Banten Gelar Patroli Gabungan

Ia menegaskan, proyek yang menggunakan dana APBD seharusnya berada di bawah pengawasan ketat. Masyarakat berhak mengetahui penggunaan anggaran ratusan juta rupiah tersebut dan bagaimana pertanggungjawabannya di lapangan.

Hingga kini, menurut Sugandi, warga sekitar proyek masih menanggung beban moral dan materi untuk memastikan para pekerja tetap bisa makan dan proyek berjalan. Mereka berharap Pemerintah Kota Tangerang segera mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang.

Hingga berita ini disiarkan, Pihak Dinas PUPR Kota Tangerang belum merespon saat dihubungi oleh awak media melalui telepon.

Penulis : Supriyadi

Berita Terkait

Proyek U-Ditch DDS di Desa Legok Diduga Abaikan Standar Teknis dan K3
Camat dan PPTK Bungkam, Proyek Legok Disorot
Empat Komitmen Diduga Diabaikan, Warga KP Ledug Desak Penindakan Pasar Induk Jatiuwung
Kelurahan Bojong nangka Mengadakan pemilihan LPMK,Tato terpilih sebagai ketua LPMk yang Baru
proyek pemagaran makam di desa panongan disorot, pelaksana diduga abaikan k3 dan pengawasan
Polsek Curug Kawal Ketat Sidak Bupati Tangerang di Pasar Curug, Pastikan Situasi Aman dan Kondusif Jelang Idul Adha
Proyek Galian Bertuliskan BUMN di Jalan Raya Serang Disorot, Minim Pengamanan dan Tanpa Identitas Pelaksana
Dugaan Hotmix Tipis dan Tambal Sulam di Cisoka Belum Ditindaklanjuti
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:08

Proyek U-Ditch DDS di Desa Legok Diduga Abaikan Standar Teknis dan K3

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:55

Camat dan PPTK Bungkam, Proyek Legok Disorot

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:42

Empat Komitmen Diduga Diabaikan, Warga KP Ledug Desak Penindakan Pasar Induk Jatiuwung

Senin, 25 Mei 2026 - 00:17

Kelurahan Bojong nangka Mengadakan pemilihan LPMK,Tato terpilih sebagai ketua LPMk yang Baru

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:25

proyek pemagaran makam di desa panongan disorot, pelaksana diduga abaikan k3 dan pengawasan

Berita Terbaru