HARIANSINARPAGI.COM, TANGERANG | Proyek peningkatan jalan hotmix di RT 04 RW 04, Desa Sukatani, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, kembali menjadi sorotan. Proyek yang dikerjakan oleh CV Khaizan Athariz dengan anggaran sebesar Rp149.250.000 dari APBD Kabupaten Tangerang Tahun 2026 itu diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi.
Berdasarkan hasil pantauan awak media di lokasi pada Selasa, 12 Mei 2026 lalu, lapisan hotmix pada proyek tersebut terlihat tipis. Selain itu, agregat yang digunakan tampak digelar secara tambal sulam, bahkan di beberapa titik jalan diduga tidak menggunakan agregat sama sekali.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait kualitas pekerjaan proyek yang dibiayai menggunakan anggaran daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menindaklanjuti temuan itu, media INFO7.ID telah melayangkan surat konfirmasi dan klarifikasi kepada pihak Kecamatan Cisoka guna meminta penjelasan terkait dugaan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi tersebut.

Saat dikonfirmasi, pihak Kecamatan Cisoka yang diwakili Sekretaris Camat (Sekcam) Cisoka, Nurbaeti, menyampaikan bahwa persoalan tersebut akan diteruskan kepada Camat Cisoka maupun pihak pelaksana proyek.
“Nanti saya sampaikan ya pak, pak camat juga lagi kurang sehat, ini aja ada urusan keluar,” ujar Nurbaeti kepada awak media di kantor Kecamatan Cisoka, Senin, 18 Mei 2026 lalu.
Namun hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya tindak lanjut maupun pemeriksaan langsung ke lokasi proyek. Lambannya respons dari pihak kecamatan pun memunculkan sorotan terkait pengawasan terhadap proyek yang menggunakan anggaran daerah.
Belum adanya langkah konkret atas temuan di lapangan memunculkan pertanyaan publik terkait keseriusan pengawasan proyek tersebut. Padahal, proyek infrastruktur yang dibiayai APBD seharusnya dikerjakan sesuai spesifikasi dan diawasi secara ketat agar hasil pembangunan memiliki kualitas yang baik serta dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Publik berharap Kecamatan Cisoka maupun instansi teknis terkait segera turun langsung melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap kualitas pekerjaan proyek hotmix tersebut. Jika nantinya ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi maupun ketentuan teknis, pihak terkait diminta mengambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku. (Red)






