Proyek Galian Bertuliskan BUMN di Jalan Raya Serang Disorot, Minim Pengamanan dan Tanpa Identitas Pelaksana

Jumat, 22 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSINARPAGI.COM, TANGERANG | Aktivitas proyek penggalian di sisi Jalan Raya Serang, Desa Sukanagara, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan warga. Proyek yang di lokasi hanya bertuliskan “BUMN” tersebut dinilai terkesan semrawut, minim pengamanan, serta tidak dilengkapi identitas pelaksana pekerjaan yang jelas.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis, 21 Mei 2026, tanah bekas galian terlihat berserakan di sekitar area pekerjaan. Sejumlah karung berisi tanah juga tampak tidak dirapihkan dan dibiarkan berada di pinggir jalan, sehingga dinilai mengganggu aktivitas warga maupun pengguna jalan yang melintas.

Selain itu, di lokasi pekerjaan tidak terlihat papan informasi proyek yang memuat identitas pelaksana, nilai anggaran, maupun penanggung jawab pekerjaan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait pihak yang mengerjakan proyek penggalian tersebut.

Tak hanya minim keterbukaan informasi, aktivitas penggalian juga dinilai kurang memperhatikan aspek keselamatan kerja. Di sekitar lokasi tidak terlihat rambu-rambu peringatan maupun pembatas area kerja yang memadai, padahal pekerjaan dilakukan di pinggir jalan raya dengan arus lalu lintas yang cukup padat.

Sejumlah pekerja di lokasi juga terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) atau perlengkapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga karena pekerjaan dilakukan di ruang publik yang setiap hari dilalui masyarakat.

Saat dikonfirmasi, salah satu pekerja mengaku hanya menjalankan pekerjaan dan tidak mengetahui secara rinci terkait mekanisme maupun teknis proyek tersebut.

Baca juga:  Bupati Tangerang Launching Pembangunan Pemukiman Nelayan Di Tanjung Anom

“Saya mah hanya kerja, urusan di atas mah saya ga tau seperti apa,” ujar salah satu pekerja yang enggan menyebutkan namanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait kegiatan penggalian tersebut, aparat Pemerintah Desa Sukanagara mengaku belum menerima koordinasi dari pihak pelaksana maupun pengawas proyek.

Kondisi tersebut pun memunculkan beragam tanggapan dari warga sekitar. Salah seorang warga menilai pola pengerjaan proyek terkesan dilakukan tanpa memperhatikan dampak terhadap lingkungan maupun keselamatan pengguna jalan.

“Kelihatannya seperti asal mau jadinya saja. Kalau benar ini proyek BUMN seharusnya lebih tahu mekanisme pengerjaan seperti apa, apalagi ini kan di ruang publik,” ujar salah seorang warga.

Baca juga:  Pinjam HP, Pakai Data Teman! Fitri Rugi Rp10 Juta Akibat Ulah Fauzan

Menurut warga, pekerjaan yang dilakukan di area publik seharusnya mengedepankan standar keselamatan kerja dan keterbukaan informasi kepada masyarakat. Terlebih, aktivitas penggalian dilakukan di sisi jalan raya yang memiliki tingkat lalu lintas cukup tinggi.

Selain dinilai minim pengamanan, kondisi bekas galian yang tidak dirapihkan juga dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari maupun saat hujan turun.

Warga berharap pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengawasan serta memastikan pekerjaan dilakukan sesuai prosedur, mengutamakan keselamatan kerja, dan tidak merugikan masyarakat sekitar. (Red)

Berita Terkait

Galian di Rumpin Kian Masif, Pengawasan Dipertanyakan
Proyek Turap di Pasir Bolang Disorot, Papan Proyek Baru Dipasang Setelah Jadi Temuan Awak Media
Proyek Saluran U-Ditch di Desa Pagedangan Disorot, Pekerja Diduga Abaikan Standar K3
Proyek Balai Warga Serdang Asri 3 Tuai Sorotan
Penataan Sekretariat RW 09 Bojong Nangka Jadi Sorotan, Diduga Tanpa Papan Proyek dan Abaikan K3
Proyek Paving Block Rp99 Juta di Desa Ciakar Disorot, Diduga Abaikan Standar Teknis dan Pengawasan
Proyek Pembangunan Saluran U-Ditch di Kampung Dangdang Disorot, Pekerja Diduga Tidak Menggunakan APD K3
Reses DPRD Banten, Rispanel Arya Ajak Masyarakat Aktif Kawal Program Pemerintah
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:00

Galian di Rumpin Kian Masif, Pengawasan Dipertanyakan

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:15

Proyek Turap di Pasir Bolang Disorot, Papan Proyek Baru Dipasang Setelah Jadi Temuan Awak Media

Senin, 27 Juli 2026 - 15:13

Proyek Saluran U-Ditch di Desa Pagedangan Disorot, Pekerja Diduga Abaikan Standar K3

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:57

Proyek Balai Warga Serdang Asri 3 Tuai Sorotan

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:12

Penataan Sekretariat RW 09 Bojong Nangka Jadi Sorotan, Diduga Tanpa Papan Proyek dan Abaikan K3

Berita Terbaru

Pemerintahan

Galian di Rumpin Kian Masif, Pengawasan Dipertanyakan

Sabtu, 1 Agu 2026 - 18:00