‎Bos Swakelola Parkir Pasar Curug Kecewa: Perumda Kabupaten Tangerang Dinilai Tak Transparan, Diduga Ada Permainan Lelang Tertutup

Jumat, 25 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSINARPGI.COM, TANGERANG | Ketidakjelasan kelanjutan kontrak kerja sama pengelolaan parkir Pasar Curug menimbulkan kegaduhan baru di internal Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kabupaten Tangerang. Kepala Swakelola parkiran Pasar Curug, Domy—yang juga pimpinan PT Gama Putra Jaya—meluapkan kekecewaannya terhadap Perumda yang dinilai tidak transparan dan lepas tangan dalam menyikapi kelanjutan operasional pihaknya.

‎Saat ditemui awak media di kediamannya di Perumahan Citra Pasundan, Curug, Rabu (23 Juli 2025), Domy menjelaskan bahwa sejak kontrak berakhir pada Desember 2024, hingga kini tidak ada surat perpanjangan atau keputusan resmi dari Perumda. Padahal, pihaknya masih melaksanakan operasional dan menyetor retribusi harian kepada Perumda seperti biasa.

‎“Setiap hari kami mentransfer Rp375 ribu ke rekening Perumda untuk retribusi parkir, tapi surat perpanjangan kontrak tidak kunjung dikeluarkan. Saat kami minta klarifikasi, mereka tidak memberikan pernyataan apa pun,” ujar Hasby, perwakilan PT Gama.

‎Yang lebih menyakitkan, lanjut Domy, dirinya bahkan sempat diamankan dalam razia premanisme dan dituduh melakukan pungutan liar—meski sebenarnya status kontraknya hanya belum diperpanjang secara administratif. Tak ada pendampingan, pembelaan, atau kunjungan dari pihak Perumda selama tiga bulan masa penahanan.

‎“Saya merasa dijebak. Kami tetap menjalankan kewajiban setor, tapi ketika ada masalah hukum, Perumda justru diam seribu bahasa. Tiga bulan saya ditahan, tidak ada satu pun dari mereka datang atau bantu klarifikasi,” ungkapnya dengan nada geram.

‎Lebih mengejutkan lagi, Domy membocorkan rencana Perumda yang akan melakukan proses lelang pengelolaan parkir secara tertutup pada Jumat mendatang. Proses ini dinilai cacat etika dan tidak melibatkan pihak yang selama ini sudah berkontribusi langsung di lapangan.

‎ “Kenapa diam-diam? Kalau memang mau tender, kenapa tidak dilakukan secara terbuka dan adil? Ada apa sebenarnya di balik ini semua?” tanya Domy .

‎Keresahan tak hanya datang dari pihak perusahaan, tetapi juga para juru parkir yang selama ini bergantung pada sistem swakelola berbasis lokal. Bang Regas, salah satu juru parkir di Pasar Curug, menyatakan penolakannya terhadap rencana masuknya pengelola baru.

‎ “Kami tolak pengelola baru. Kalau diganti, pasti akan muncul aturan baru yang menyulitkan kami. PT Gama selama ini memanusiakan kami, kami sudah nyaman dengan sistem yang ada,” ujar Regas.

‎Para juru parkir bahkan telah membuat petisi resmi yang ditujukan ke Perumda, berisi penolakan terhadap pengelola baru dan dukungan penuh terhadap kelanjutan PT Gama sebagai mitra pengelola.

Baca juga:  Jalan Rusak Di Tangerang Ditangani, Bupati Janjikan Pengerjaan Cepat Dan Kualitas Terbaik

Domy menegaskan bahwa dirinya dan rekan-rekan hanya menginginkan kejelasan hukum dan perlindungan dari penyalahgunaan kewenangan oleh oknum birokrat.

‎“Jangan sampai kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum dengan dalih administratif untuk kepentingan kelompok tertentu. Kami minta kejelasan, transparansi, dan jangan ada praktik pungutan liar yang dilegalkan,” tegasnya.

‎Masyarakat kini menanti langkah tegas dan terbuka dari Perumda Kabupaten Tangerang. Polemik ini bukan sekadar soal perpanjangan kontrak, melainkan soal kepercayaan publik terhadap tata kelola aset daerah yang seharusnya berpihak pada rakyat dan nilai-nilai keadilan sosial.

Baca juga:  Musrenbang Anggaran 2026 Kelurahan Pakulonan Barat Digelar di GOR Warga Kano Raya Kelapa Dua

(Seni)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Proyek Hotmix Legok Disorot, Temuan Lapangan Jadi Sorotan
Tersenyum di Tengah Kesulitan: Pemdes Pesar Salurkan 240 Paket Sembako
Taman Ekspresi Semakin Semrawut, Tiang WiFi Roboh Dibiarkan
Dugaan Bangunan Tanpa Izin di Klp Indah Jadi Sorotan Warga
Skandal Gapura Puspem Tangerang: Proyek Rp 197 Juta Diduga Bayar Gaji Mandek dan Pakai Gas Subsidi!
Taman Pisang Semakin Bersih, Warga Kota Tangerang Sampaikan Aspirasi Agar Taman Kota Makin Nyaman
Proyek APBD Rp399 Juta Minim Pengawasan, Mutu Dipertanyakan
Kegiatan Dinas Ketahanan Pangan Bersama Walikota Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 22:46

Proyek Hotmix Legok Disorot, Temuan Lapangan Jadi Sorotan

Jumat, 28 November 2025 - 14:23

Tersenyum di Tengah Kesulitan: Pemdes Pesar Salurkan 240 Paket Sembako

Selasa, 25 November 2025 - 11:00

Taman Ekspresi Semakin Semrawut, Tiang WiFi Roboh Dibiarkan

Senin, 24 November 2025 - 21:27

Dugaan Bangunan Tanpa Izin di Klp Indah Jadi Sorotan Warga

Senin, 24 November 2025 - 14:52

Skandal Gapura Puspem Tangerang: Proyek Rp 197 Juta Diduga Bayar Gaji Mandek dan Pakai Gas Subsidi!

Berita Terbaru