Proyek Turap di Cukanggalih Diduga Asal Jadi, Pengawasan Nol Besar!

Jumat, 19 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSINARPAGI.COM, TANGERANG | Proyek pembangunan turap saluran air di Desa Cukanggalih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, kembali membuka borok lemahnya pengawasan pemerintah daerah. Pekerjaan senilai Rp99,7 juta yang digarap CV Wildan Sentosa melalui dana APBD 2025 ini diduga dikerjakan asal-asalan.

Pantauan di lapangan menunjukkan hasil pekerjaan jauh dari standar konstruksi. Susunan batu tidak rapat, banyak celah terbuka, pondasi tidak jelas, dan adukan semen terkesan asal campur sehingga daya rekatnya lemah. Kondisi ini membuat turap rawan retak bahkan ambruk hanya tinggal menunggu waktu.

Baca juga:  Kapolresta Tangerang Dampingi Wakapolda Banten Brigjen Pol M. Sabilul Alif SH. S.IK, M.Si Tinjau Logistik dan Kesiapan Pemilu 2024

Lebih ironis lagi, para pekerja tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD). Di sisi lain, pelaksana proyek maupun pengawas dari pihak kecamatan maupun dinas teknis sama sekali tidak terlihat di lokasi. Praktis, proyek ini berjalan tanpa kontrol.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suparta, aktivis LSM Harimau, mengecam keras kualitas pengerjaan tersebut.

Baca juga:  Polri Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Tengah Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

“Ini proyek penuh masalah! Semen saja tidak sesuai standar, pondasi tak jelas, pekerja tanpa APD, dan pengawas absen total. Kalau dibiarkan, turap ini hanya buang-buang anggaran rakyat. Kami minta kontraktor ditindak tegas dan dinas terkait jangan tutup mata,” tegasnya.

Menurut catatan, proyek turap sepanjang 116 meter dengan lebar 1,25 meter ini dijadwalkan rampung dalam 30 hari kerja. Namun, kualitas pekerjaan yang amburadul membuat publik khawatir bangunan tersebut tak akan bertahan lama dan hanya menjadi proyek mubazir.

Baca juga:  Warga Apresiasi Pembangunan Paving Blok di Kecamatan Legok

LSM Harimau menegaskan, pembangunan infrastruktur harus mengutamakan kualitas dan transparansi, bukan sekadar seremonial penyerapan anggaran. Mereka juga mendesak Bupati Tangerang serta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air untuk segera turun tangan melakukan evaluasi agar tidak terjadi pemborosan uang rakyat.

(SENNY)

Berita Terkait

PKK Desa Pagedangan Tancap Gas Sambut Penilaian Bina Wilayah
Puluhan Tahun Terabaikan, Jalan Rusak di TPU Peundeuy Hambat Aktivitas Warga Kimiskam Pandeglang
Proyek Paving Block di Solear Jadi Sorotan, Diduga Abaikan Keselamatan Kerja
Status PLT Camat Dinilai Hambat Layanan Publik di Panongan
Aspirasi Warga Terjawab, Jalan Kampung Grubuk Kini Dipaving Berkat Perjuangan Anggota DPRD
Warga Apresiasi Proyek U-Ditch di Desa Mekarjaya Panongan, Dinilai Bantu Atasi Genangan Air
Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Proyek U-Ditch di Serdang Asri 2 Disorot, Dinilai Berpotensi Tidak Efisienkan Anggaran
Forum Kadus Kabupaten Tangerang Peringati HUT ke-2, Perkuat Sinergi dan Kepedulian Sosial
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 21:02

PKK Desa Pagedangan Tancap Gas Sambut Penilaian Bina Wilayah

Minggu, 26 April 2026 - 23:31

Puluhan Tahun Terabaikan, Jalan Rusak di TPU Peundeuy Hambat Aktivitas Warga Kimiskam Pandeglang

Sabtu, 25 April 2026 - 20:54

Proyek Paving Block di Solear Jadi Sorotan, Diduga Abaikan Keselamatan Kerja

Kamis, 23 April 2026 - 12:58

Status PLT Camat Dinilai Hambat Layanan Publik di Panongan

Kamis, 23 April 2026 - 11:35

Aspirasi Warga Terjawab, Jalan Kampung Grubuk Kini Dipaving Berkat Perjuangan Anggota DPRD

Berita Terbaru

Pemerintahan

PKK Desa Pagedangan Tancap Gas Sambut Penilaian Bina Wilayah

Selasa, 28 Apr 2026 - 21:02

Pemerintahan

Status PLT Camat Dinilai Hambat Layanan Publik di Panongan

Kamis, 23 Apr 2026 - 12:58