HARIANSINARPAGI.COM, TANGERANG | Proyek pembangunan turap saluran air di Desa Cukanggalih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, kembali membuka borok lemahnya pengawasan pemerintah daerah. Pekerjaan senilai Rp99,7 juta yang digarap CV Wildan Sentosa melalui dana APBD 2025 ini diduga dikerjakan asal-asalan.
Pantauan di lapangan menunjukkan hasil pekerjaan jauh dari standar konstruksi. Susunan batu tidak rapat, banyak celah terbuka, pondasi tidak jelas, dan adukan semen terkesan asal campur sehingga daya rekatnya lemah. Kondisi ini membuat turap rawan retak bahkan ambruk hanya tinggal menunggu waktu.
Lebih ironis lagi, para pekerja tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD). Di sisi lain, pelaksana proyek maupun pengawas dari pihak kecamatan maupun dinas teknis sama sekali tidak terlihat di lokasi. Praktis, proyek ini berjalan tanpa kontrol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Suparta, aktivis LSM Harimau, mengecam keras kualitas pengerjaan tersebut.
“Ini proyek penuh masalah! Semen saja tidak sesuai standar, pondasi tak jelas, pekerja tanpa APD, dan pengawas absen total. Kalau dibiarkan, turap ini hanya buang-buang anggaran rakyat. Kami minta kontraktor ditindak tegas dan dinas terkait jangan tutup mata,” tegasnya.
Menurut catatan, proyek turap sepanjang 116 meter dengan lebar 1,25 meter ini dijadwalkan rampung dalam 30 hari kerja. Namun, kualitas pekerjaan yang amburadul membuat publik khawatir bangunan tersebut tak akan bertahan lama dan hanya menjadi proyek mubazir.
LSM Harimau menegaskan, pembangunan infrastruktur harus mengutamakan kualitas dan transparansi, bukan sekadar seremonial penyerapan anggaran. Mereka juga mendesak Bupati Tangerang serta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air untuk segera turun tangan melakukan evaluasi agar tidak terjadi pemborosan uang rakyat.
(SENNY)






