HARIANSINARPAGI.COM, TANGERANG | Hujan yang mengguyur sejak pagi tak sedikit pun menyurutkan semangat kebersamaan warga Kelurahan Binong, Kabupaten Tangerang. Minggu pagi itu, warga Perumahan Binong tetap turun ke Jalan Raya Binong dan sekitarnya untuk melaksanakan gotong royong membersihkan lingkungan.
Dengan peralatan sederhana, warga bahu-membahu membersihkan saluran air, mengangkat sampah, serta merapikan area jalan. Pakaian yang basah oleh hujan bukan menjadi penghalang. Justru di tengah cuaca yang kurang bersahabat, nilai kepedulian sosial dan solidaritas antarwarga tampak begitu kuat dan nyata.
Kegiatan gotong royong tersebut dipimpin langsung oleh Lurah Binong, Sukri, yang sejak awal terlibat aktif bersama warga. Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi PDI Perjuangan, Hugo, serta Ketua RW Binong, Heru, yang mengoordinasikan jalannya kegiatan dengan penuh semangat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Momen kebersamaan semakin terasa ketika sebuah mobil mendadak mogok di tengah aktivitas gotong royong. Tanpa ragu, Hugo langsung turun tangan membantu warga mendorong kendaraan tersebut ke tempat yang aman. Aksi spontan itu menjadi simbol kehadiran wakil rakyat yang tidak berjarak dengan masyarakat, hadir bukan sekadar dalam agenda seremonial.
Peristiwa tersebut mencerminkan kepemimpinan yang merakyat—hadir, peduli, dan bergerak bersama warga dalam kondisi apa pun.

Di sela kegiatan, Lurah Binong Sukri menyampaikan apresiasinya atas kekompakan warga yang tetap solid meski hujan terus mengguyur.
“Gotong royong ini merupakan cerminan kepedulian warga terhadap lingkungannya. Inilah kekuatan Binong, kebersamaan yang tidak mudah luntur oleh cuaca maupun keadaan,” ujarnya.
Sukri menegaskan, kegiatan gotong royong akan terus didorong sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.
Sementara itu, Hugo menekankan pentingnya menjaga nilai gotong royong sebagai fondasi kehidupan sosial.
“Jika masyarakat dan pemimpinnya bisa berjalan bersama seperti ini, persoalan lingkungan maupun sosial dapat diselesaikan dengan cara yang lebih manusiawi dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ketua RW Binong, Heru, mengaku terharu melihat antusiasme warga serta kehadiran langsung lurah dan anggota DPRD di tengah hujan.
“Ini bukan sekadar kerja bakti. Ini tentang rasa memiliki, kepedulian, dan pemimpin yang benar-benar hadir bersama warganya,” kata Heru.
Gotong royong di Binong hari itu tidak hanya menghasilkan lingkungan yang lebih bersih dan saluran air yang lebih lancar, tetapi juga meninggalkan pesan kuat bahwa kebersamaan masih menjadi kekuatan utama masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan.
Hujan boleh membasahi tubuh, namun kebersamaan tetap menghangatkan hati. Dari Binong, nilai gotong royong kembali berbicara nyata, sederhana, dan penuh makna.
Penulis : Yadi






