HARIANSINARPAGI.COM, TANGERANG | Bursa politik menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029 mulai memunculkan sejumlah figur baru yang digadang-gadang siap meramaikan kontestasi politik di Kabupaten Tangerang.
Salah satu nama yang kini mulai menjadi perbincangan publik adalah Ady Noobvia Raya.
Tokoh muda organisasi dan profesional tersebut disebut-sebut siap bertarung dalam Pileg 2029 di Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Kabupaten Tangerang yang meliputi Kecamatan Pasar Kemis, Rajeg, Sindang Jaya, Sepatan, dan Sepatan Timur.
Munculnya nama Ady Noobvia Raya semakin ramai diperbincangkan setelah aktivitas dan kiprahnya di berbagai organisasi serta dunia profesional mulai mencuat di media sosial dan sejumlah pemberitaan. Kehadirannya pun dinilai dapat menjadi warna baru dalam persaingan politik lokal, khususnya dalam menghadapi dominasi para petahana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Diketahui, Ady Noobvia Raya lahir di Tanjung Karang pada 03 Agustus 1982. Ia merupakan suami dari Tari Maya Sari, S.E., serta ayah dari dua anak, yakni Aftar Perdana S Raya dan Arfin Adyasa Gibran S Raya.
Dalam dunia profesional, Ady memiliki pengalaman di sejumlah perusahaan dan pernah menjabat sebagai Komisaris PT Mandiri Aura Sukses, PT Utama Berkah Mukti, serta PT Garuda Utama Nuswantara Sakti.
Selain itu, dirinya juga aktif di berbagai organisasi, di antaranya menjabat sebagai Ketua Umum Reformasi Pemuda Sumatera sejak tahun 2021 hingga sekarang, Dewan Pengawas Jaringan Pemberantasan Korupsi (JPK) DPW Provinsi Banten sejak tahun 2023, serta pengurus DPC BPPKB Kabupaten Tangerang.
Dengan membawa visi “Terwujudnya Kabupaten Tangerang yang lebih maju, sejahtera, amanah, dan berpihak kepada rakyat”, Ady mengaku ingin hadir sebagai wakil masyarakat yang memperjuangkan pembangunan merata, peningkatan lapangan pekerjaan, pemberdayaan UMKM, hingga pelayanan publik yang lebih transparan dan berpihak kepada masyarakat.
Menurutnya, pertarungan antara pendatang baru dan petahana merupakan dinamika yang biasa terjadi dalam setiap pesta demokrasi. Namun ia juga menyadari, petahana memiliki keuntungan dari sisi popularitas, jaringan politik, serta sumber daya yang lebih besar.
“Saya menyadari tantangan bagi pendatang baru tentu tidak mudah. Karena itu, diperlukan kerja nyata, komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta keberanian membawa perubahan agar mampu bersaing dengan para petahana,” ujar Ady saat ditemui awak media di kediamannya, Senin (25/5/2026).
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dan mendorong semangat gotong royong serta persatuan lingkungan demi terciptanya pembangunan yang lebih baik di Kabupaten Tangerang.
Dengan mulai bermunculannya figur-figur baru, persaingan menuju Pileg 2029 di Kabupaten Tangerang diprediksi akan berlangsung semakin dinamis dan menarik perhatian publik. (Ms)






