Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Proyek U-Ditch di Serdang Asri 2 Disorot, Dinilai Berpotensi Tidak Efisienkan Anggaran

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSINARPAGI.COM, TANGERANG | Pelaksanaan proyek pemasangan saluran air (U-Ditch) di kawasan Serdang Asri 2, RT 06 RW 01, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan setelah diduga tidak sepenuhnya sesuai dengan spesifikasi teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pekerjaan.

Dari hasil pantauan di lapangan, pemasangan U-Ditch diduga tidak menggunakan lapisan dasar berupa ampar pasir atau lantai kerja sebagaimana standar teknis pekerjaan drainase pada umumnya. Selain itu, terlihat kondisi galian yang masih tergenang air, namun pekerjaan tetap dilanjutkan tanpa adanya proses pengeringan terlebih dahulu.

Baca juga:  Transparansi dan Pemberdayaan: Desa Caringin Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Tidak hanya itu, sejumlah unit U-Ditch yang telah terpasang juga ditemukan dalam kondisi retak atau gompal. Kondisi tersebut menimbulkan dugaan adanya penurunan kualitas material maupun kurangnya pengawasan dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat dikonfirmasi, pihak yang diduga sebagai pelaksana proyek hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi dan memilih untuk tidak memberikan komentar terkait temuan di lapangan tersebut.

Secara teknis, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai risiko, seperti penurunan struktur saluran, kebocoran sambungan, hingga tidak optimalnya fungsi drainase dalam mengalirkan air. Dalam jangka panjang, hal ini juga dapat menyebabkan kerusakan lebih cepat dan berpotensi membutuhkan perbaikan ulang.

Baca juga:  Pemkab Tangerang dan Forkopimda Perkuat Sinergi Pasca Aksi Demonstrasi

Dari sisi pengelolaan anggaran, kondisi pekerjaan yang diduga tidak sesuai spesifikasi tersebut dinilai dapat menyebabkan inefisiensi penggunaan anggaran apabila hasil pekerjaan tidak bertahan sesuai umur rencana atau harus dilakukan perbaikan kembali.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Jaringan Pemberantas Korupsi (JPK) DPW Banten, Muslik, S.Pd., S.H., M.S., menyatakan akan melayangkan surat resmi kepada dinas terkait untuk meminta klarifikasi serta evaluasi terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

Baca juga:  Aktivitas Mencurigakan Terjadi di SPBU 34.15520 Kronjo, Motor “Thunder Tanpa Plat” Bebas Isi Pertalite Rp150 Ribu

“Kami akan bersurat kepada dinas terkait untuk meminta penjelasan apakah pekerjaan ini sudah sesuai dengan RAB dan spesifikasi atau tidak. Ini penting untuk memastikan kualitas dan penggunaan anggaran yang tepat,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan lebih lanjut dari dinas terkait mengenai dugaan ketidaksesuaian pekerjaan tersebut. (Red)

Berita Terkait

Proyek U-Ditch DDS di Desa Legok Diduga Abaikan Standar Teknis dan K3
Camat dan PPTK Bungkam, Proyek Legok Disorot
Empat Komitmen Diduga Diabaikan, Warga KP Ledug Desak Penindakan Pasar Induk Jatiuwung
Kelurahan Bojong nangka Mengadakan pemilihan LPMK,Tato terpilih sebagai ketua LPMk yang Baru
proyek pemagaran makam di desa panongan disorot, pelaksana diduga abaikan k3 dan pengawasan
Polsek Curug Kawal Ketat Sidak Bupati Tangerang di Pasar Curug, Pastikan Situasi Aman dan Kondusif Jelang Idul Adha
Proyek Galian Bertuliskan BUMN di Jalan Raya Serang Disorot, Minim Pengamanan dan Tanpa Identitas Pelaksana
Dugaan Hotmix Tipis dan Tambal Sulam di Cisoka Belum Ditindaklanjuti
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:08

Proyek U-Ditch DDS di Desa Legok Diduga Abaikan Standar Teknis dan K3

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:55

Camat dan PPTK Bungkam, Proyek Legok Disorot

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:42

Empat Komitmen Diduga Diabaikan, Warga KP Ledug Desak Penindakan Pasar Induk Jatiuwung

Senin, 25 Mei 2026 - 00:17

Kelurahan Bojong nangka Mengadakan pemilihan LPMK,Tato terpilih sebagai ketua LPMk yang Baru

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:25

proyek pemagaran makam di desa panongan disorot, pelaksana diduga abaikan k3 dan pengawasan

Berita Terbaru