HARIANSINARPAGI.COM, TANGERANG | Pelaksanaan proyek pemasangan saluran air (U-Ditch) di kawasan Serdang Asri 2, RT 06 RW 01, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan setelah diduga tidak sepenuhnya sesuai dengan spesifikasi teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pekerjaan.
Dari hasil pantauan di lapangan, pemasangan U-Ditch diduga tidak menggunakan lapisan dasar berupa ampar pasir atau lantai kerja sebagaimana standar teknis pekerjaan drainase pada umumnya. Selain itu, terlihat kondisi galian yang masih tergenang air, namun pekerjaan tetap dilanjutkan tanpa adanya proses pengeringan terlebih dahulu.
Tidak hanya itu, sejumlah unit U-Ditch yang telah terpasang juga ditemukan dalam kondisi retak atau gompal. Kondisi tersebut menimbulkan dugaan adanya penurunan kualitas material maupun kurangnya pengawasan dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat dikonfirmasi, pihak yang diduga sebagai pelaksana proyek hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi dan memilih untuk tidak memberikan komentar terkait temuan di lapangan tersebut.
Secara teknis, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai risiko, seperti penurunan struktur saluran, kebocoran sambungan, hingga tidak optimalnya fungsi drainase dalam mengalirkan air. Dalam jangka panjang, hal ini juga dapat menyebabkan kerusakan lebih cepat dan berpotensi membutuhkan perbaikan ulang.
Dari sisi pengelolaan anggaran, kondisi pekerjaan yang diduga tidak sesuai spesifikasi tersebut dinilai dapat menyebabkan inefisiensi penggunaan anggaran apabila hasil pekerjaan tidak bertahan sesuai umur rencana atau harus dilakukan perbaikan kembali.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Jaringan Pemberantas Korupsi (JPK) DPW Banten, Muslik, S.Pd., S.H., M.S., menyatakan akan melayangkan surat resmi kepada dinas terkait untuk meminta klarifikasi serta evaluasi terhadap pelaksanaan proyek tersebut.
“Kami akan bersurat kepada dinas terkait untuk meminta penjelasan apakah pekerjaan ini sudah sesuai dengan RAB dan spesifikasi atau tidak. Ini penting untuk memastikan kualitas dan penggunaan anggaran yang tepat,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan lebih lanjut dari dinas terkait mengenai dugaan ketidaksesuaian pekerjaan tersebut. (Red)






