Proyek Hotmix Sukanagara Diperbaiki Ulang, CV Reva Akui Kesalahan Teknis

Jumat, 16 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSINARPAGI.COM, TANGERANG | Pemerintah Kecamatan Cikupa merespons cepat keluhan masyarakat terkait proyek hotmix di Desa Sukanagara yang dinilai belum sesuai. Melalui audiensi bersama Forum Media Cikupa (FMCN) pada Kamis, 15 Mei 2025, pihak kecamatan memerintahkan pelaksana proyek, CV Reva, untuk segera melakukan perbaikan.

Camat Cikupa tidak hadir langsung dalam audiensi karena ada agenda lain, namun diwakilkan kepada staf bidang pengawasan (Binwas) yang menyampaikan secara tegas kepada pihak CV Reva agar segera menggelar ulang pekerjaan hotmix tersebut.

Baca juga:  NGOPI SATKAMLING,Polsek Curug Polres Tangerang Selatan Sambang Posko Citra Bhayangkara Kelurahan Binong.

Ruslan, perwakilan dari CV Reva, mengakui bahwa pihaknya masih minim pengalaman dalam pelaksanaan teknis pengaspalan, namun siap bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya, kami akan memperbaikinya,” ujar Ruslan saat audiensi di Kantor Kecamatan Cikupa, Kamis (15/5).

Sebagai tindak lanjut, pada Jumat, 16 Mei 2025, pihak CV Reva mulai melakukan penggelaran ulang proyek. Meski hasilnya belum sepenuhnya memuaskan, langkah tersebut dinilai sebagai bentuk itikad baik dari pelaksana proyek untuk memperbaiki kualitas pekerjaan.

Baca juga:  TSI Optimis Pasangan Sachrudin Maryono Jadikan Kota Tangerang Lebih Baik

Wakil Ketua Forum Media Cikupa, Supriadi alias Apang, menyampaikan apresiasi atas respons dari pemerintah kecamatan.

“Respon dari pengawas kecamatan mewakili camat patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kecamatan Cikupa tidak anti kritik dan terbuka terhadap masukan dari masyarakat,” ungkap Apang.

Baca juga:  Polsek Curug Gelar Operasi Cipta Kondisi, Amankan Satu Unit Motor Tanpa Surat di Wilayah Hukum Curug

Hal senada disampaikan Humas FMCN, Mulyadi. Menurutnya, pejabat publik wajib bersikap terbuka terhadap berbagai keluhan warga selama masih dalam kewenangannya.

“Sudah seharusnya pejabat publik merespon permasalahan yang muncul di masyarakat. Sikap terbuka dan kolaboratif menjadi kunci pelayanan yang baik,” ujarnya.

Mulyadi juga berharap ke depan sinergi antara pemerintah kecamatan, kabupaten, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi kepentingan publik.

Penulis : Yadi

Berita Terkait

Galian di Rumpin Kian Masif, Pengawasan Dipertanyakan
Proyek Turap di Pasir Bolang Disorot, Papan Proyek Baru Dipasang Setelah Jadi Temuan Awak Media
Proyek Saluran U-Ditch di Desa Pagedangan Disorot, Pekerja Diduga Abaikan Standar K3
Proyek Balai Warga Serdang Asri 3 Tuai Sorotan
Penataan Sekretariat RW 09 Bojong Nangka Jadi Sorotan, Diduga Tanpa Papan Proyek dan Abaikan K3
Proyek Paving Block Rp99 Juta di Desa Ciakar Disorot, Diduga Abaikan Standar Teknis dan Pengawasan
Proyek Pembangunan Saluran U-Ditch di Kampung Dangdang Disorot, Pekerja Diduga Tidak Menggunakan APD K3
Reses DPRD Banten, Rispanel Arya Ajak Masyarakat Aktif Kawal Program Pemerintah
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:00

Galian di Rumpin Kian Masif, Pengawasan Dipertanyakan

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:15

Proyek Turap di Pasir Bolang Disorot, Papan Proyek Baru Dipasang Setelah Jadi Temuan Awak Media

Senin, 27 Juli 2026 - 15:13

Proyek Saluran U-Ditch di Desa Pagedangan Disorot, Pekerja Diduga Abaikan Standar K3

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:57

Proyek Balai Warga Serdang Asri 3 Tuai Sorotan

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:12

Penataan Sekretariat RW 09 Bojong Nangka Jadi Sorotan, Diduga Tanpa Papan Proyek dan Abaikan K3

Berita Terbaru

Pemerintahan

Galian di Rumpin Kian Masif, Pengawasan Dipertanyakan

Sabtu, 1 Agu 2026 - 18:00