HARIANSINARPAGI.COM TANGERANG | Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten menggelar Dialog Publik Kewaspadaan Daerah Menuju Masyarakat Aman, Damai, dan Toleran Tahun Anggaran 2026 di Jalan Raya Binong No. 1, Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Provinsi Banten, Suhardi, Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Banten, Muhammad Faizal, Ketua Karang Taruna Desa Ciangir H. Sobri, S.Ag., serta tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan warga setempat.
Dalam sambutannya, Suhardi yang mewakili Kepala Kesbangpol Provinsi Banten menyampaikan bahwa tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat saat ini semakin kompleks. Menurutnya, penyebaran informasi tidak benar, ujaran kebencian, provokasi, hingga berkembangnya paham intoleransi merupakan ancaman yang perlu diantisipasi secara bersama-sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kewaspadaan daerah membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat agar berbagai potensi gangguan dapat dicegah sejak dini. Penguatan ideologi Pancasila, persatuan bangsa, dan ketahanan nasional harus terus ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kesbangpol memiliki peran strategis dalam memperkuat kewaspadaan daerah melalui pendidikan politik, pembinaan organisasi kemasyarakatan, serta peningkatan ketahanan sosial di tengah masyarakat. Upaya tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menitikberatkan pada terciptanya kondisi yang aman, damai, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Banten, Muhammad Faizal, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah. Menurutnya, keamanan dan kerukunan sosial merupakan fondasi utama dalam mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam dialog tersebut, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya meningkatkan toleransi, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, mengoptimalkan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), serta meningkatkan literasi digital guna menangkal penyebaran hoaks dan informasi yang berpotensi memecah belah persatuan.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Melalui forum ini, pemerintah berharap masyarakat semakin memahami pentingnya peran bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan sosial demi terwujudnya Provinsi Banten yang aman, damai, toleran, dan berkelanjutan.
(SENNY)



