Atap SDN Kedung Dalam 2 Mauk Ambruk, DPRD Minta Pemulihan Psikologis Murid dan Investigasi Menyeluruh

Kamis, 14 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSINARPAGI.COM, TANGERANG | Peristiwa ambruknya atap ruang kelas di SDN Kedung Dalam 2, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, memicu keprihatinan mendalam. Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Deden Umardani, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh murid yang terdampak mendapatkan penanganan kesehatan secara menyeluruh, baik fisik maupun psikologis.

Menurutnya, dampak psikologis akibat insiden ini tidak bisa dianggap sepele. “Yang terpenting adalah menyembuhkan anak-anak kita dari ketakutan atau trauma. Trauma ini akan mempengaruhi proses belajar mengajar jika tidak segera ditangani. Saya yakin rasa takut ini tidak hanya dirasakan oleh 11 murid yang menjadi korban langsung, tetapi juga murid lainnya,” tegas Deden, Kamis (14/8/2025).

Baca juga:  Ahmad Zaki Iskandar Bantah Isu Keterlibatan Dirinya dengan Keberadaan Pagar Laut di Tangerang

Selain pemulihan korban, Deden mendorong pemerintah daerah melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab ambruknya atap sekolah tersebut. Ia menekankan bahwa evaluasi tidak boleh berhenti pada rencana perbaikan, tetapi harus menelusuri riwayat pembangunan, mulai dari tahun pengerjaan, kesesuaian material dengan RAB, hingga jarak antar batang baja ringan yang menopang genting.

“Jika ditemukan ketidaksesuaian dalam pekerjaan konstruksi, pihak ketiga atau pelaksana harus bertanggung jawab. Namun bila pekerjaan sesuai, metode konstruksi atap seperti itu harus dievaluasi karena mungkin tidak aman,” ujarnya.

Politisi tersebut juga mendorong agar dilakukan pendataan menyeluruh kondisi ruang kelas di seluruh SD dan SMP negeri se-Kabupaten Tangerang. Data ini, kata Deden, harus menjadi acuan utama dalam menentukan prioritas perbaikan atau pembangunan sekolah.

Baca juga:  Polsek Curug Gelar Cooling System di Kelurahan Binong, Ajak Tokoh Masyarakat Jaga Kondusifitas

“Perencanaan harus berbicara berdasarkan data dan fakta, bukan kedekatan atau kepentingan tertentu. Keselamatan siswa adalah hal yang tidak bisa ditawar,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti ambruknya atap sekolah tersebut.

Penulis : Yadi

Berita Terkait

Bawa Nama SMAN 32, KBM Akui Legalitas Masih Dalam Proses
Bantu Mediasi Kasus Kecelakaan, Pimpinan Redaksi BantenNet Diduga Jadi Korban Penganiayaan di Serpong
Diduga Dipukul dengan Helm, Dua Warga Curug Jadi Korban Pengeroyokan Oknum Matel
Muncul Klaim Aset TNI AD dalam Surat BPN, Warga Rancagong Pertanyakan Legalitasnya
Geger Pasar Kemis! Wanita Muda Ditemukan Tewas Tergantung di Dalam Kontrakan, Warga Sempat Mengira Pocong
Heboh Tawuran Remaja di Curug Wetan, Satu Remaja Luka Akibat Sajam, Polisi Amankan Sejumlah Terduga Pelaku
Ramai di Internet, Polisi Curug Ungkap Fakta Sebenarnya di Balik Video Viral
Dugaan Kerja Sama Fiktif, PT UBM Layangkan Somasi Dua Kali Tanpa Respons
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 00:16

Bawa Nama SMAN 32, KBM Akui Legalitas Masih Dalam Proses

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:53

Bantu Mediasi Kasus Kecelakaan, Pimpinan Redaksi BantenNet Diduga Jadi Korban Penganiayaan di Serpong

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:55

Diduga Dipukul dengan Helm, Dua Warga Curug Jadi Korban Pengeroyokan Oknum Matel

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:48

Muncul Klaim Aset TNI AD dalam Surat BPN, Warga Rancagong Pertanyakan Legalitasnya

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:34

Geger Pasar Kemis! Wanita Muda Ditemukan Tewas Tergantung di Dalam Kontrakan, Warga Sempat Mengira Pocong

Berita Terbaru

Pemerintahan

Galian di Rumpin Kian Masif, Pengawasan Dipertanyakan

Sabtu, 1 Agu 2026 - 18:00