Jenewa-Swiss, HARIANSINARPAGI.COM | Delegasi pekerja Indonesia menunjukkan peran aktif dalam rangkaian International Labour Conference (ILC) ke-114 yang diselenggarakan oleh International Labour Organization (ILO) di Jenewa, Swiss. Selama empat hari pertama pelaksanaan konferensi, delegasi Indonesia terlibat dalam pembahasan berbagai isu strategis ketenagakerjaan global, aksi solidaritas kemanusiaan, hingga penguatan kerja sama internasional antarorganisasi pekerja.
Forum yang dihadiri perwakilan pemerintah, pengusaha, dan pekerja dari 187 negara anggota ILO tersebut menjadi wadah penting untuk membahas tantangan dunia kerja yang terus berkembang, mulai dari ekonomi digital, perlindungan pekerja, kebebasan berserikat, dialog sosial, hingga kesetaraan gender.
Pada agenda sidang komite, delegasi Indonesia mengikuti pembahasan penerapan standar ketenagakerjaan internasional oleh negara-negara anggota ILO, penyusunan standar pekerjaan layak dalam ekonomi platform digital, serta penguatan dialog sosial sebagai instrumen penting dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perkembangan ekonomi digital dan meningkatnya jumlah pekerja berbasis aplikasi menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian khusus dalam konferensi tahun ini. Negara-negara anggota ILO tengah membahas perlunya standar internasional yang mampu menjamin perlindungan dan kepastian kerja bagi pekerja di sektor tersebut.
Di sela-sela konferensi, delegasi pekerja Indonesia juga bergabung dalam aksi solidaritas internasional untuk Palestina yang digelar di kawasan Broken Chair, Jenewa. Aksi tersebut diikuti berbagai organisasi pekerja dari sejumlah negara sebagai bentuk dukungan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, perdamaian, dan keadilan sosial.
Selain mengikuti agenda konferensi, delegasi Indonesia melakukan pertemuan dengan jajaran pimpinan International Labour Confederation (ILC) untuk membahas peluang kerja sama internasional dalam penguatan kapasitas organisasi pekerja, pendidikan kepemimpinan, peningkatan kompetensi tenaga kerja, dan pengembangan dialog sosial.
Pertemuan tersebut juga membahas potensi kolaborasi antara organisasi pekerja Indonesia dan Turki sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring internasional dalam memperjuangkan pekerjaan layak dan peningkatan kesejahteraan pekerja.
Salah satu anggota delegasi Indonesia, Dewa Sukma Kelana, menilai forum internasional seperti ILC memberikan kesempatan bagi pekerja Indonesia untuk mengikuti perkembangan kebijakan ketenagakerjaan global sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam berbagai pembahasan mengenai masa depan dunia kerja.
“Forum ini menjadi ruang penting untuk bertukar pengalaman, membangun kerja sama internasional, serta memastikan suara pekerja Indonesia turut hadir dalam pembahasan berbagai isu ketenagakerjaan global,” ujarnya, saat dihubungi melalui sambungan telepon Kamis (04/06/2026).
International Labour Conference merupakan forum tertinggi ILO yang setiap tahun mempertemukan unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja dari seluruh dunia untuk merumuskan kebijakan serta standar ketenagakerjaan internasional. Tahun ini, sejumlah isu utama yang menjadi perhatian antara lain transformasi digital, pekerjaan layak, perlindungan pekerja rentan, kesetaraan gender, serta penguatan dialog sosial di tengah perubahan ekonomi global. (Ups)






