Proyek Jalan Hot Mix di Kampung Peusar Diduga Menyimpang, LSM JPK Desak Audit

Sabtu, 15 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSINARPAGI.COM, TANGERANG | Dugaan penyimpangan dalam proyek peningkatan jalan hot mix di Kampung Peusar, RT 006 RW 001, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, mencuat ke permukaan. Proyek ini diduga kuat tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.

Berdasarkan informasi dari papan proyek yang sebelumnya terpampang di lokasi, proyek ini dikerjakan oleh CV Nur Adam Barokah dengan anggaran hampir Rp150 juta. Namun, pelaksanaannya dinilai tidak memenuhi standar yang telah ditentukan, memicu kekhawatiran terkait kualitas dan ketahanan jalan tersebut.

Ketua NGO Jaringan Pemberantasan Korupsi (JPK), Muslik, S.Pd., menyesalkan dugaan praktik kecurangan yang dilakukan oleh kontraktor. Menurutnya, pengurangan spesifikasi atau volume dalam proyek ini dapat berdampak buruk terhadap daya tahan jalan, sehingga anggaran yang dialokasikan menjadi tidak efektif dan terkesan hanya menghamburkan uang negara.

“Kami menduga adanya praktik kecurangan dalam pelaksanaan proyek ini. Jika spesifikasi dikurangi, tentu kualitas jalan tidak akan maksimal, dan ini merugikan masyarakat. Oleh karena itu, kami mendesak Inspektorat Kabupaten Tangerang untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap proyek ini,” ujar Muslik, Jumat (14/3/2025).

Lebih lanjut, Muslik menegaskan bahwa LSM JPK DPW Banten akan segera mengajukan laporan resmi ke Inspektorat Kabupaten Tangerang untuk memastikan proyek tersebut diaudit. Ia juga meminta pejabat terkait agar memberikan edukasi dan sanksi tegas kepada pelaksana proyek yang terbukti melakukan pelanggaran.

Baca juga:  TPA Rawa Kucing Memprihatinkan, Aktivis Warjok Buat Petisi Batalkan Kerja Sama Pemkot Tangerang dengan PT Oligo

“Pejabat yang berwenang harus menindak tegas dan memberikan edukasi kepada pelaksana proyek. Jika memang terbukti ada kekurangan volume, maka proyek ini harus diperbaiki atau bahkan dikerjakan ulang. Ini bukan hanya masalah teknis, tetapi juga indikasi dugaan korupsi korporasi yang merugikan negara,” tegasnya.

Selain itu, Muslik mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan audiensi dengan Camat Curug guna mendapatkan kejelasan terkait jumlah proyek yang telah dikerjakan, pencairan dana, serta kesesuaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dengan kondisi fisik di lapangan.

Baca juga:  Sambut Ramadhan 1447 H, Polsek Curug Intensifkan Patroli Cegah 3C, Balap Liar dan Tawuran

“Kami sudah mengirimkan surat permohonan audiensi untuk meminta konfirmasi dan klarifikasi mengenai proyek-proyek di Kecamatan Curug. Kami juga ingin mengetahui bagaimana kinerja pengawas proyek di lapangan. Jangan sampai pengawasan hanya bersifat formalitas semata,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Camat Curug, Arif Rachman Hakim, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Kecamatan, belum memberikan tanggapan terkait dugaan penyimpangan proyek tersebut. (Yadi)

Berita Terkait

Proyek Saluran Air Rp149 Juta di Legok Permai Disorot, Diduga Abaikan Spesifikasi Teknis
LPI DPW Banten Desak Gubernur Bongkar Dugaan Bisnis Seragam di SMA Negeri 3 Kabupaten Tangerang
Dua Excavator Terus Bekerja di Sindang Jaya, Status Izin Galian Tanah Masih Dipertanyakan
Proyek U-Ditch DDS di Desa Legok Diduga Abaikan Standar Teknis dan K3
Camat dan PPTK Bungkam, Proyek Legok Disorot
Empat Komitmen Diduga Diabaikan, Warga KP Ledug Desak Penindakan Pasar Induk Jatiuwung
Kelurahan Bojong nangka Mengadakan pemilihan LPMK,Tato terpilih sebagai ketua LPMk yang Baru
proyek pemagaran makam di desa panongan disorot, pelaksana diduga abaikan k3 dan pengawasan
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:56

Proyek Saluran Air Rp149 Juta di Legok Permai Disorot, Diduga Abaikan Spesifikasi Teknis

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:46

LPI DPW Banten Desak Gubernur Bongkar Dugaan Bisnis Seragam di SMA Negeri 3 Kabupaten Tangerang

Senin, 15 Juni 2026 - 22:27

Dua Excavator Terus Bekerja di Sindang Jaya, Status Izin Galian Tanah Masih Dipertanyakan

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:08

Proyek U-Ditch DDS di Desa Legok Diduga Abaikan Standar Teknis dan K3

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:55

Camat dan PPTK Bungkam, Proyek Legok Disorot

Berita Terbaru